Breaking News

Malang Raya

Gereja Dikabarkan Didatangi Ormas Bikin Polisi Waspada

Tga orang ini meminta waktu untuk bertemu dengan pengurus gereja. Pokok bahasan dalam pertemuan adalah terkait kejadian di Tolikara, Papua.

Penulis: Adrianus Adhi | Editor: fatkhulalami

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Sejumlah polisi hilir mudik di kantor Gereja Kristen Injilii Nusantara (GKIN) di Lembah Dieng, Kota Malang pada Kamis (30/7/2015) siang. Ini terjadi lantaran tersiar kabar bahwa gereja yang berdiri pada tahun 1996 ini digeruduk organisasi masyarakat.

Saat dikonfirmasi, pengurus Gereja GKIN, Hadi Wandoyo mengatakan, kabar tersebut tak benar. Menurutnya, kabar itu berawal dari kedatanga tiga orang yang mengaku warga Gading Kasri pada pekan lalu.

Kala itu, tiga orang ini meminta waktu untuk bertemu dengan pengurus gereja. Pokok bahasan dalam pertemuan adalah terkait kejadian di Tolikara, Papua. Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung Kamis (30/7/2015).

“Dialog ini difasilitasi oleh polisi,” kata dia.

Meski demikian, pertemuan ini tak kunjung terjadi. Setelah ditunggu hingga pukul 14.00, organisasi masyarkat itu tak juga datang. Polisi pun lalu pulang.

Di tempat terpisah, Ketua FKUB Kota Malang, Ahmad Taufiq Kusuma berharap agar masyarakat tak terprovokasi dengan isu yang berkaitan dengan agama. Ini dilakukan untuk mencegah kekerasan dan kerusuhan di Malang.

"Toleransi antar umat di Malang terjalin sejak lama, mari dipelihara," kata Ketua FKUB Kota Malang, Ahmad Taufiq Kusuma dalam pengukuhan pengurus FKUB di Balaikota Malang, Kamis (30/7/2015).

Taufiq menambahkan, seluruh pimpinan umat beragama di Malang berjanji untuk mengendalikan umat masing-masing. Janji itu disampaikan dalam deklarasi kebersamaan untuk menjaga umat mencegah tragedi kerusuhan di Tolikara, Papua.

Deklarasi ini dilakukan oleh pimpinan umat dari enam agama di Kota Malang dihadapan Wali Kota Malang, M Anton.

Sementara, Wali Kota Malang, Mochamad Anton menyampaikan suasana kerukunan dan toleransi di Malang harus dijaga. Agar masing-masing umat bisa menjalankan ibadah sesuai keyakinan dengan aman dan penuh kedamaian.

“Tokoh agama, FKUB ini yang memiliki peranan penting menjaga keharmonisan," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved