Sidoarjo
Menteri dan Bupati Senyum Difoto Wartawan, Di Belakang Petani Mengeluh
Di balik senyum lebar pejabat itu terselip derita petani. Petani yang hasil kerja kerasnya dipanen para pejabat itu dalam seremonial semu..
Penulis: Miftah Faridl | Editor: Aji Bramastra
SURYAMALANG.COM, SIDOARJO - Wajah Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman sumringah ketika kedua tangannya menggenggam padi dan kedelai hasil tanam para petani Desa Kalimati, Kecamatan Tarik, Sidoarjo, Kamis (30/7) pagi tadi.
Senyum deretan pejabat lain juga tak kalah lebar. Mereka berpose di depan bidikan dan sorotan kamera pewarta. Hasil panen pun diangkat setinggi tangan menggapai.
Di samping Amran, ada Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, Komandan Korem Kolonel (Inf) Rahmad, Dandim 0816 Letkol (Kav) Rizki Indra Wijaya.
Para pejabat tersebut menunjukkan gemah ripah loh jinawi-nya bumi nusantara. Genggaman pajabat memperlihatkan kemakmuran karena pangan melimpah tak perlu khawatir kelaparan.
Puja-puji mengalir dari mulut para pejabat yang hadir pagi itu.
Siapa tahu, di balik senyum lebar nan sumringah pejabat itu terselip derita petani. Petani yang hasil kerja kerasnya dipanen para pejabat itu dalam gelaran seremonial.
"Tambah susah jadi petani," ujar seorang petani yang berdiri di belakang para pejabat.
Harga padi dan kedelai tidak pernah berpihak pada mereka. Jerih payah menanam, marawat dan memanen hasil bumi tak semanis senyum para pejabat di depan sorot kamera wartawan. Mereka mengaku nyaris tak pernah untung.
Ketua kelompok Tani Sumber Bahagia, Supriyadi, mengungkapkan, setiap panen kedelai anggotanya mengeluh rugi. Harga kedelai tak pernah sepadan dengan modal yang dikeluarkan.
Harga kedelai dari petani hanya dipatok di kisaran Rp 6000/kilogram.
"Bagaimana kami bisa bertahan kalah harus bersaing dengan kedelai impor? Adanya kedelai impor ini membuat kadelai kami dihargai rendah," keluhnya.
Dia meminta, pemerintah membatasi impor kedelai agar harga kedelai lokal terkatrol.
Dia berharap pemerintah memperhatikan nasib petani. Harapan Supriyadi ini bukan perkara baru.
Dia mengatakan, semua petani di tanah air memiliki harapan yang sama. Perhatian pemerintah, kata dia, bisa melindungi keberadaan petani.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman, memanen pertanian hasil program Upsus atau Upaya Khusus pagi tadi. Upus dilaksanakan di atas lahan padi seluas 60 hektar.
Untuk benih kedelai, ditanam di atas lahan seluas 6 hektar. Saat petani butuh kepastian, Amran memberikan harapan.
"Kami berharap panen raya di daerah Sidoarjo ini bisa diserap Bulog," ujarnya.
Sang menteri memberikan batuan berupa 40 pompa air, 11 hand tractor dan 4 mesin tanam padi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/menteri-pertanian-amran-sidoarjo_20150730_230438.jpg)