Malang Raya

SMAN 4 Pungut Sumbangan Pendidikan Rp 3 Juta Per Siswa

Program Sekolah yang mencakup kebutuhan sarana dan prasarana sekolah serta program siswa dilakukan pertama kali oleh SMAN 4 Malang, Kamis (30/7/2015).

Penulis: sulvi sofiana | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Sulvi Sofiana
Para calon siswa sedang mengembalikan formulir di SMAN 8 Malang, Senin (6/7/2015) 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Program Sekolah yang mencakup kebutuhan sarana dan prasarana sekolah serta program siswa dilakukan pertama kali oleh SMAN 4 Malang, Kamis (30/7/2015).

Sosialisasi ini ditujukan agar secepatnya dapat ditentukan kesepakatan besaran Sumbangan Bantuan Pengelolaan Pendidikan (SBPP) yang diberikan orangtua kepada sekolah.

Kepala SMAN 4 Malang, Tri Suharno menjelaskan, tahun ajaran 2015/2016 besaran dana SBPP orangtua sebesar Rp 3 juta. Rencananya anggaran paling besar dialokasikan untuk pengadaan 40 laptop seharga Rp 6 juta setiap unitnya.

Kemudian adanya pengadaan 9 proyektor LCD sebanyak seharga Rp 7,9 juta setiap unitnya.

“Paling besar lagi anggaran untuk pembenahan lapangan basket dan pengadaan lampu penerangannya sebesar Rp 125 juta,” terangnya.

Dikatakannya, SBPP ini akan dikomunikasikan untuk melihat kemampuan orang tua. Selain itu juga dilakukan sosialisasi mengenai sistem pembelajaran menggunakan pola Sistem Kredit Semester (SKS).

“Masalah pengelompokan minat belajar siswa, harus disepakati antara orangtua dan siswa. Dan juga perlunya pemahaman dasar dari penentuan pola tempuh belajar persemester,” ungkapnya.

Jadwal sekolah bagi siswa pola 4 semester juga berbeda dengan lainnya. Maksimal pembeajaran untuk pola 4 semester berakhir pukul 15.00. Dengan durasi 35 menit untuk 1 jam pelajaran, sehingga bisa lebih banyak menampung mata pelajaran dalam satu hari.

“Kalau yang 5 dan 6 semester, durasi I jam pelajaran yaitu 45 menit. Sehingga jam pulangnya maksimal sampai pukul 14.30,” terangnya.

Namun, penyampaian sosialisasi ini belum dibarengi dengan pengumuman peminatan yang telah ditentukan sekolah. Mengenai alih jurusan atau perpindahan pola. Dikatakan Tri, hal ini bisa dilakukan saat 1 semester pembelajaran dengan berkonsultasi dengan BK.

“Kalau mau pindah dari IPA ke IPS atau Bahasa masih dimungkinkan, tetapi kalau dari IPS atau Bahasa mau ke IPA masih sulit dikabulkan. Hal ini karena kompetensi dasarnya sudah berbeda,” terangnya.

Proses sosialisasi ini dilakukan selama dua hari dengan membagi orang tua menjadi 4 gelombang. Seorang wali murid,Endang Nuraini (47) mengatakan, dirinya sudah cukup paham dengan sistem pembelajaran SKS yang baru karena sebelumnya anaknya telah memberitahukan materi MOPDB yang didapat di sekolah.

Sedangkan untuk SBPP, diakuinya baru pertama kali ia ketahui saat sosialisasi ini.

“Kalau besarannya Rp 3 juta, bagi saya masih cukup berat karena yang bekerja Cuma suami sedangkan 3 anak kami sekolah,” jelasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved