Sabtu, 11 April 2026

Malang Raya

Wakil Rakyat Batu Masih Kebut Pembahasan LKPJ APBD 2014

DPRD Kota Batu masih membahas Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) pelaksanaan APBD 2014 dari Wali Kota Batu.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/achmad amru muiz
Punjul Santoso 

SURYAMALANG.COM, BATU - Hingga hari ini, DPRD Kota Batu masih membahas Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) pelaksanaan APBD 2014 dari Wali Kota Batu.

Hal ini setelah DPRD dalam sidang paripurna, Selasa (4/8/2015) malam telah menyelesaikan pandangan umum (PU) fraksi yang langsung disusul jawaban PU Fraksi.

"Jadi untuk hari ini kami belum masuk dalam pembahasan KUA PPAS (Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara), makanya kami belum tahu pos anggaran yang diusulkan," kata Heli Suyanto, Anggota Badan Anggaran DPRD Kota Batu, Rabu (5/8/2015).

Dijelaskan Heli, nantinya setelah pembahasan LKPJ selesai dilakukan maka tahapan berikutnya dilakukan pembahasan KUA PPAS. Dan pembahasan itu baru bisa dilakukan setelah bisa diketahui nilai SILPA (Sisa Lebih Penggunaan Anggaran) yang ada.

"Bila LKPJ belum selesai diproses maka pembahasan KUA PPAS juga belum bisa dilakukan," ucap Heli Suyanto.

Sementara Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso mengatakan, berdasar penghitungan sementara diketahui SILPA yang ada mencapai sekitar Rp 160 miliar. Dana SILPA tersebut nantinya yang akan dihitung dalam KUA PPAS yang selanjutnya dimasukkan dalam PAK APBD Kota Batu.

"Rangkaian dan proses itu yang berjalan, dan KUA PPAS bagian awal PAK APBD sehingga tidak bisa dipisah," kata Punjul Santoso.

Mengenai prioritas anggaran, dikatakan Punjul, diutamakan dalam pembiayaan kebutuhan belanja langsung. Seperti pengadaan alat tulis, pembayaran rekening listrik, pembayaran rekening air, dan sebagainya. Artinya, dana anggaran untuk pos-pos tersebut harus tersedia terlebih dahulu karena bisa mengganggu bila terhenti.

"Tapi untuk detailnya ditunggu sajalah pembahasan KUA PPAS dan PAK APBD. Kan nggak enak rasanya bila mendahului sebelum dibahas," tutur Punjul Santoso.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved