Rampok Toko Emas Blitar
Hasil Olah TKP, Perampok Pakai Senjata Api Ini
Pelaku sengaja menggunakan peluru berbahan timah, kemungkinan bertujuan agar aksinya sulit terlacak.
Penulis: Imam Taufiq | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, BLITAR - Senjata api yang dibrondongkan perampok saat beraksi di dalam Toko Emas Janoko, di depan Pasar Putukan, Desa Slorok, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, diperkirakan bukan senjata organik milik kesatuan polisi atau TNI.
Selain itu, juga bukan senjata api rakitan melainkan soft gun.
Itu diketahui, setelah polisi melakukan olah TKP, Kamis (13/8/2015). Hasilnya, petugas tak hanya menemukan bercak darah pelaku yang menempel di pecahan kaca etalase, namun juga beberapa butir peluru. Cuma, peluru itu sudah tak berbentuk karena ada yang hancur atau gepeng. Bahannya seperti dari timah.
"Ya, kemungkinan seperti itu (dari bahan timah) karena bisa hancur. Itu akan kami lab-kan dulu, agar bisa memastikan, jenis senjata yang dipakai," kata AKP Lahuri SH, Kasat Reskrim Polres Blitar, Kamis (13/8) siang.
Menurutnya, pelaku sengaja menggunakan peluru berbahan timah, kemungkinan bertujuan agar aksinya sulit terlacak.
"Bukan senjata rakitan namun sepertinya airsoft gun," ujar Lahuri.
Seperti diketahui, Rabu (12/8) siang atau sekitar pukul 13.43, enam perampok dengan membawa tujuh senjata api, beraksi di Toko Emas Janoko, milik H Asrori (62), warga Lingkungan Kebonsari, Kelurahan/Kecamatan Garum.
Dalam aksinya, mereka bak koboi, yang langsung membrondongkan tembakan ke arah kaca etalase toko.
Akibatnya, kaca etalase hancur dan melakukan menggondol emas 5 kg. Tembakan yang lebih dari 17 kali itu, tak hanya membuat delapan karyawan toko emas itu ketakutan, namun membuat para pedagang dan pembeli langsung semburat menjauh.
Sebab, saat beraksi, empat pelaku membrondongkan tembakan ke dalam toko, sedang yang dua berjaga-jaga di luar toko.
Setiap orang yang akan mendekat, langsung diancam dengan senpinya. Bahkan, salah satu ada yang menenteng dua pistol. Melihat aksi dan cara menembakkannya, mereka cukup profesional. Namun demikian, mereka sepertinya sengaja tak melukai warga namun langsung mengincar emas dalam etalase.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/olah-tkp-toko-emas_20150813_141007.jpg)