Pamekasan
Gambar Palu Arit Dibakar Para Tokoh di Pamekasan
Gabar palu arit, sejumlah atribut PKI, berikut foto tokoh PKI yang dibawa peserta karnaval di acara 17 an di Pamekasan dibakar
Penulis: Muchsin | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, PAMEKASAN – Gabar palu arit, sejumlah atribut dan lambang Partai Komunis Indonesia (PKI), berikut foto tokoh PKI yang dibawa peserta karnaval di acara 17 an di Pamekasan dibakar di halaman Pendopo Ronggosukowati, Pamekasan, Minggu (16/8/2015).
Pemusnahan gambar palu arit dan simbol lainnya dengan cara dibakar, dilakukan Bupati Pamekasan, Achmad Syafii, disaksikan Kapolres Pamekasan, AKBP Sugeng Muntaha, Dandim 0826 Pamekasan, Letkol (Arm) Mawardi, Kajari Pamekasan, Toto Sulastro dan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Pamekasan, Bambang H Mulyono.
Menurut Kapolres AKBP Sugeng Muntaha, dibakarnya logo PKI dan gambar tokohnya ini, untuk menghindari tindakan pihak yang tak bertanggung jawab yang ingin menyalahgunakan atribut ini, sehingga dikhawatirkan mengacaukan kondisi Pamekasan.
“Sebagian barang bukti ini kami amankan dulu untuk bahan penyelidikan. Sebagian lagi kami musnahkan, agar tidak disalahgunakan,” kata Kapolres Sugeng Muntaha.
Dikatakan, untuk mengetahui permasalah ini, pihaknya sudah meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk 4 orang panitia karnaval, 7 orang yang membawa atribut PKI, berikut menyita sejumlah barang bukti.
Dari hasil penyelidikan, sampai saat ini belum ditemukan adanya indikasi ke arah pelanggaran hukum, politis maupun kesengajaan yang terkait upaya membangkitkan provokoasi yang dilakukan sekolompok teatrikal dalam karnaval itu.
Dijelaskan, karena karnaval ini dilombakan, pesertanya kelangan terbatas, hanya dari pelajar dan unsur pemerintahan, tidak ada unsur umum. Jadi hanya semata-mata teatrikal yang menggambarkan bagaimana peristiwa G30S PKI.
“Karena karnaval ini dilombakan, mereka betul-betul memperagakan tonggak sejarah bangsa Indonesia, jika saat itu terdapat G30S PKI. Penggambaran itu, diambil dari film G30S PKI, yang dibuat pemeritah dan sudah beredar,” kata Sugeng Muntaha.
Ditambahkan, kejadian ini menjadi pelajaran berharga ke depan. Dan untuk acara kegiatan seperti ini, perlu dibatasi dalam waktu tertentu, serta di tempat tertenu pula, misalnya di dalam gedung. Biar masyarakat melihat secara utuh. Bukan di tempat umum seperti di karnval.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/gambar-palu-arit-dibakar_20150816_183154.jpg)