Malang Raya

Gending Sanggar Arema Sihir Penonton Kirab Budaya dan Pawai Kendaraan

Ratusan warga berkerumun menyaksikan pemberangkatan kirab budaya dan pawai kendaraan di depan Balai Kota Malang.

Gending Sanggar Arema Sihir Penonton Kirab Budaya dan Pawai Kendaraan
SURYAMALANG.COM/Samsul Hadi
Ratusan warga berkerumun menyaksikan pembarangkatan kirab budaya dan pawai kendaraan di depan Balai Kota Malang, Rabu (19/8/2015). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Kirab budaya dan pawai kendaraan guna memperingati HUT ke-70 Kemerdekaan RI yang diselenggarakan Pemkot Malang mulai diberangkatkan, Rabu (19/8/2015), sekitar pukul 14.00.

Pemberangkatan kirab budaya dan pawai kendaraan dilakukan Wali Kota Malang, M Anton.

Masyarakat terlihat antusias menyaksikan pelaksanaan kirab budaya dan pawai kendaraan. Ratusan warga berkerumun menyaksikan pemberangkatan kirab budaya dan pawai kendaraan di depan Balai Kota Malang.

Peserta kirab budaya ada 17 komunitas budaya mulai dari reog, sakerah, tari gunungan, tari malangan, karawitan, hingga tari barongsai. Para peserta menampilkan kreasi masing-masing di depan panggung pemberangkatan. Setelah itu, mereka berjalan menuju Jalan Kahuripan, Jalan Semeru, dan finish di gedung Perpustakaan Daerah.

Sedangkan peserta pawai kendaraan hias berjumlah 72 unit kendaraan. Para peserta pawai kendaraan hias berasal dari SKPD, kelurahan, sekolah, dan hotel. Para peserta menampilkan potensi di masing-masing lembaganya.

Salah satu peserta kirab budaya dari Sanggar Arema Rek Kelurahan Rampal Celaket menampilkan gending karawitan kontemporer. Mereka memainkan gending karawitan gabungan empat daerah, yakni, Jawa, Banyuwangi, Sunda, dan Bali.

Menariknya, para penabuh gamelan merupakan siswi SD yang rata-rata berusia mulai 6 tahun sampai 12 tahun.

Pelatih Sanggar Arema Rek, Priyo Sunanto mengatakan hanya butuh latihan satu minggu untuk persiapan ikut kirab budaya. Dalam kirab ini, Ia menampilkan gabungan gending empat daerah, yakni, Jawa, Banyuwangi, Bali, dan Sunda. Tabuhan gending itu juga akan diikuti tarian dari empat daerah tersebut.

"Kami hanya latihan seminggu untuk mempersiapkan acara ini. Anak-anak sudah terbiasa memainkan gending gabungan. Biasanya, tiap seminggu sekali sudah rutin latihan," katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni mengatakan kirab budaya dan pawai kendaraan ini diselenggarakan tiap tahun untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI.

Menurutnya, jumlah peserta kirab budaya dan pawai kendaraan tahun ini lebih banyak dibanding tahun lalu.

Dikatakannya, tujuan pelaksanaan kirab budaya ini untuk melestarikan kebudayaan lokal, khususnya kebudayaan Malangan. Menurutnya, kirab budaya sebagai ajang pendidikan kepada generasi muda tentang kebudayaan lokal.

"Lewat kirab budaya ini kami bisa memperkenalkan kebudayaan lokal ke generasi muda," ujarnya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Malang, M Anton mengatakan selain untuk melestarikan kebudayaan lokal, kirab budaya dan pawai kendaraan juga bisa menjadi hiburan bagi masyarakat. Menurutnya, masyarakat sangat antusias menyaksikan pelaksanaan kirab budaya dan pawai kendaraan.

"Kegiatan ini kami persembahkan sebagai hiburan kepada masyarakat Kota Malang," katanya.

Penulis: Samsul Hadi
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved