Breaking News:

Surabaya

'Uang' Senilai Rp 25 Juta Dibakar, Baca Ini

Berbagai jenis narkoba yang bernilai sekitar Rp 8 miliar dimusnahkan dengan cara dibakar di halaman Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak, Surabaya

Penulis: M Taufik | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/M Taufik
Para jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak, Surabaya sedang membakar narkoba dan uang palsu, Rabu (19/8/2015). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Berbagai jenis narkoba yang bernilai sekitar Rp 8 miliar dimusnahkan dengan cara dibakar di halaman Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak, Surabaya, Jawa timur, Rabu (19/8/2015).

Barang terlarang yang dibakar oleh jaksa, diantaranya sabu sebanyak 4,2 Kilogram, pil ekstasi sebanyak 4.374 butir, 18 tablet happy five, ganja 270 gram, dan pil koplo sebanyak 4.349 butir. Sabu yang dimusnahkan itu nilainya sekitar Rp 6 M, dan ekstasinya sekitr Rp 2,1 M.

Barang bukti sebanyak itu merupakan hasil sitaan dalam perkara pidana periode bulan November 2014 hingga Agustus 2015.

"Barang bukti sabu tersebut dari 128 perkara, Ganja seanyak itu dari 10 perkara, dan pil ekstasi serta happy five dari tiga kasus," kata Kepala Kejari Tanjung Perak Bambang Permadi.

Selain narkoba, dalam kegiatan ini Kejari Tanjung Perak juga membakar uang palsu pecahan Rp 100 ribu senilai Rp 25 Juta. Serta memusnahkan sepucuk senjata api rakitan dan satu senjata api jenis airsoft gun yang disita dari perkara perampokan.

"Barang bukti yang dimusnahkan ini perkaranya sudah berkekuatan hukum tetap atau incracht," tandasnya

Ikut hadir dalam kegiatan ini adalah perwakilan dari Kejati Jatim, Polres Pelabuhan Tanjung Perak, BNN Kota Surabaya, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya dan Dinas Kesehatan Kota Surabaya.

Kasi Pidum Kejari Tanjung Perak Ahmad Patoni menyebut, pemusnahan barang bukti ini merupakan kegiatan rutin. Rencananya, agenda serupa bakal digelar lagi Desember mendatang.

"Saat ini kami sedang menangani kasus narkoba dengan barang bukti 2 Kg dan 8 Kg, kasusnya masih persidangan. Kemungkinan, bulan desember mendatang sudah incraht dan barang bukti tersebut akan dimusnahkan," ujarnya.

Sebenarnya, masih kata Patoni, pemusnahan barang bukti tidak perlu menunggu sampai perkara incracht. Sebagaimana pasal 92 UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika, Pemusnahan barang bukti narkotika bisa dilakukan dalam waktu 2 x 24 jam sejak ditemukan.

"Makanya, kami mengusulkan dalam proses penyidikan sudah dimusnahkan. Agar tidak membuat petugas atau penegak hukum menjadi tergoda, untuk mengonsumsi atau menjualnya," lanjutnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved