Malang Raya

Program KB Ternyata Tak Laku Jual di Batu

"Keidealan itu yang terus kami upayakan bisa tercapai. Tapi kapan itu, kami belum bisa memprediksi,"

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Aji Bramastra
suryamalang.com
Ilustrasi. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Jumlah penyuluh lapangan keluarga berencana (PLKB) di Kota Batu belum ideal.

Pasalnya, sampai sekarang jumlah PLKB hanya delapan orang. Itupun yang dua orang PLKB masih dalam masa pendidikan.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana, Abu Sufyan mengatakan, idealnya untuk petugas PLKB di Kota Batu mencapai 24 orang. Yakni satu desa ada satu petugas PLKB.

"Keidealan itu yang terus kami upayakan bisa tercapai. Tapi kapan itu, kami belum bisa memprediksi," kata Abu Sufyan, Senin (31/8).

Meski petugas PLKB belum ideal, dikatakan Abu Sufyan, bukan berarti program KB dengan pembatasan dua anak cukup gagal.

Pasalnya, hingga sekarang tingkat pertumbuhan penduduk Kota Batu bisa dipertahankan lajunya dikisaran 2,5 persen setiap tahunya.

"Artinya, tingkat pertambahan penduduk Kota Batu bisa dikendalikan setiap tahunya sekarang ini," ucap Abu Sufyan.

Dijelaskan Abu Sufyan, tugas dari petugas PLKB sangat penting dalam mensukseskan program KB. Karena bagaimanapun, hingga sekarang masih banyak masyarakat yang belum memahami tujuan KB.

Terutama untuk warga yang masih memegang teguh ajaran yang masih mengharamkan KB.

Di samping itu, ungkap Abu Sufyan, pengetahuan dan pengertian program KB sekarang ini juga dibutuhkan oleh kaum muda. Dimana dengan adanya pemahaman tentang KB maka terjadinya pernikahan dini bisa dihindari.

"Jadi disitu peran petugas PLKB sangat penting untuk pelaksanaan program KB," ucap Abu Sufyan.

Memang, diakui Abu Sufyan, dewasa ini program KB tidak hanya menyasar kaum perempuan. Tapi kaum laki-laki juga menjadi target sasaran melalui metode fasektomi.

Hanya saja, tingkat keberhasilan KB untuk kaum laki-laki di Kota Batu masih cukup minim. Hal ini bisa diketahui dari jumlah laki-laki yang mengikuti program KB dalam setahun dibawah 30 orang saja.

"Makanya, kami saat ini berusaha menggenjot program KB untuk kaum laki-laki, dan disitu peran PLKB sangat vital untuk mensukseskan," tutur Abu Sufyan. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved