Jumat, 10 April 2026

Blitar

Gemetar Lihat Polisi, Buang Tas Isi Emas dan Perhiasan

"Tas itu dibuang keluar, lewat jendela. Ternyata, tas itu berisi perhiasan emas curian, yang tak lain milik korban"

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Aji Bramastra
Google
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Sri Lestari Ningsih (56), guru SDN asal Dusun Gaprang 1, Desa Gaprang, Kecamatan Kanigoro, bisa tersenyum lega.

Sebab, perhiasan emas miliknya seberat 83 gram, dan uang Rp 900 ribu, yang hilang karena digondol pencuri, akhirnya ditemukan.

Itu terungkap selang sehari dari kejadiannya, Kamis (3/9) pagi. Pencurinya tak lain tetangga korban sendiri, Ridwan Ansori (32), yang rumah hanya berjarak beberapa meter dari rumah korban.

Pelaku ditangkap saat akan berangkat menjual hasil curiannya. Yakni, perhiasan emas seberat 83 gram, yang terdiri di antarnya kalung 23,5 gram, gelang 22,2 gram, cincin 12 gram, liontin 3,5 gram. Itu hendak dijual ke Pasar Legi, Kota Blitar.

Namun, saat akan berangkat, pelaku didatangi polisi ke rumahnya. Tahu ada petugas, pelaku kembali masuk ke dalam rumah, dan membuang tasnya, yang berisi perhiasan curian tersebut.

"Tas itu dibuang keluar, lewat jendela. Ternyata, tas itu berisi perhiasan emas curian, yang tak lain milik korban" kata AKP Imam Subeckhi, Kapolsek Kanigoro.

Namun, pelaku yang pekerjaannya kuli bangunan itu mengelak. Katanya, perhiasan emas itu milik anaknya dan hendak dijual.

"Kata dia, emas itu milik anaknya dan mau jual karena ada kebutuhan. Namun, petugas nggak percaya, sehingga langsung kami bawa ke polsek. Setelah korban didatangkan dan mengenali barangnya, pelaku nggak bisa menggelak lagi," tuturnya.

Terungkapnya kasus pencurian ini berawal dari kecurigaan petugas. Sebab, sebelum terjadi pencurian di rumah korban, Rabu (2/9/2015) siang, pelaku diketahui mondar-mandir di belakang rumah korban.

Tak jelas apa yang dilakukan, pelaku terlihat seperti orang bingung. Dari kecurigaan itu, petugas diam-diam mengintai gerak-gerik pelaku. Begitu dipastikan, dia itu pelakunya, petugas langsung menyergapnya.

Pencurian sendiri terjadi sehari sebelumnya, Rabu sore. Saat itu, rumah korban sedang sepi karena korban lagi mengajar dan kedua anaknya sekolah. Yang ada hanya suaminya, namun lagi sakit. Sementara, pintu belakang rumah korban tak dikunci.

"Kemungkinan, pelaku masuk lewat pintu belakang, dan mengambil perhiasaan, serta uang Rp 900 ribu, yang ada di lemari ruang tengah," paparnya.

Baru sore harinya, pencurian itu diketahui korban. Itu karena anaknya mencari uangnya Rp 900 ribu, yang ada di dalam lemari. Begitu tak ada, bilang ke ibunya. Setelah dicari korban, ternyata perhiasaan emasnya juga raib. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved