Jumat, 24 April 2026

Pamekasan

Empat Jenazah TKI Tenggelam Dikubur di Satu Lokasi

Dengan ditemukannya jenazah Hotimah dan Hosniyah, maka korban kapal kayu yang tenggelam di perairan Sabak Berenam, Selangor Malaysia, kini jadi empat

Penulis: Muchsin | Editor: fatkhulalami
Kompas.com
ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, PAMEKASAN – Setelah Abdul Hamid (55) dan istrinya Sunariya (50), TKI Malaysia asal Dusun Secang, Desa Plakpak, Kecamnatan Pegantenan, Pamekasan, ditemukan meninggal dan sudah dikubur.

Kini giliran anak dan menantu perempuannya yang juga ikut tenggelam sudah ditemukan dalam kondisi meninggal.

Anak perempuan korban itu, Hotimah (24), istri Imam dan menantu perempuannya, Hosniyah (27), istri Bunadi. Kini kedua jenazah korban sudah dikubur jadi disamping makan Abdul Hamid di pemakaman umum, tidak jauh dari rumah korban, Minggu (13/9/2015) dini hari.

Dengan ditemukannya jenazah Hotimah dan Hosniyah, maka korban kapal kayu yang tenggelam di perairan Sabak Berenam, Selangor Malaysia, kini jadi empat orang.

Sementara Bunadi dan Imam, yang selamat kini masih diamankan pihak Malaysia dan belum diketahui pasti, kapan bisa pulang kampung, karena harus menjalani porses hukuman.

Abdul Azis (27), keponakan Abdul Hamid, kepada Surya mengatakan, dengan musibah yang menimpa keluarga pamannya ini diterima dengan lapang dada.

Namun yang masih belum menerima kejadian ini Susmiati (20), anak bungsu Abdul Hamid. Ia berharap di hari pernikahannya yang sedianya digelar Senin (14/9/2014) ini didampingi kedua orang tuanya.

“Tapia pa boleh buat, Allah berkehendak lain. Kedua orang tua tidak bisa menikahkan sekaligus tak bisa menyaksikan Susmiati menikah dengan calon suaminya, yang tidak tahu kapan akan dilaksanakan,” kata Abdul Azis.

Dikatkan, beban pikiran keluarga korban, sedikit berkurang karena empat orang keluarganya yang ditemukan meninggal dunia, jenazahnya sudah dipulangkan dan telah dikubur.

Diakui, dirinya hanya sekali berkomunikasi dengan Bunadi dan Imam, melalui sambungan telpon. Itu pun hanya pembicaraan singkat, karena dibatasi, mengingat Bunadi dan Imam, berada di dalam penjara di Malaysia.

Ia berharap pemerintah Indonesia melalui KBRI bisa mengupayakan pemulangan Bunadi dan Imam, karena keluarga tidak mengingingkan jika keduanya menjalani proses hukum. Bagaimana keduanya berkumpul agar bisa mendoakan kedua orang tuanya yang sudah meninggal.

Seperti diberitakan, kapal kayu sayur yang mengangkut TKI Malaysi, tenggelam di perairan Sabak Berenam, Selangor, Malaysia, Kamis (3/9/2015) lalu. Enam orang yang masih satu keluarga ikut tenggelam. Dua di antaranya selamat dan diamankan pihak Malaysia.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved