Lapsus Fashion

Modal Rp 1 juta, Kini Omsetnya Rp 30 Juta Sebulan

Indutri clothing di Malang saat ini sudah banyak ditemui diberbagai sudut kota. ‘Heroin’ menjadi salah satu merek yang masih bertahan sejak tahun 2003

Modal Rp 1 juta, Kini Omsetnya Rp 30 Juta Sebulan
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Pengunjung memilih baju di stan dalam ajang KickFest 2015 di Lapangan Rampal, Kota Malang, Jumat (4/9/3015). Ajang KickFest 2015 diikuti 78 peserta pameran dar berbagai kota di Indonesia. 

Kemampuannya otodidak dalam menyablon dan mendesain clothing, ia salurkan pada pegawai produksinya yang saat ini mencapai 10 orang. Alumnus STM Brawijaya Jurusan Listrik ini mengaku kesulitan lain dalambisnis ini adalah pemilihan bahan baku dari sejumlah supplier yang kadang merubah mutu atau kualitas bahan bakunya.

“Sering salah beli bahan buat kaos dulu, karena bukan ahlinya dalam hal itu. Kalau dilihat sekilas bahannya sama tapi ternyata kualitasnya berbeda. Sering begitu, belajar dari pengalaman itu, saya mencari supplier bahan baku yang tepat, mulai dari Malang, Bandung atau Jogjakarta,” jelasnya.

Dikatakanya untuk menjaga eksistensinya dalam industi clothing yang terus berkembang dan bertambah di Malang, ia mengutamakan kualitas, sejak awal bahan produksi hingga packing.

“Jadi ada penerapan quality controlnya juga,” terangnya.

Selain itu ia menjaga kebersamaan dengan komunitas sesama pelaku industri clothing di malang untuk membaca trend di Malang dan menyamakan harga pasar produk.

“Meskipun bahan dan jenis sablon sama, tapi setiap brand punya garis merah sendiri untuk produk yang ia miliki, kalau heroin mengacu pada desain grafis street art,” papar penyuka motor trail ini

Saat ini perkembangan bisnisnya di industri clothing mulai berkembang dengan membuka cabang distro ‘Heroin’ di jalan Cengkeh. Distro yang berada di jalan Semeru juga telah di renovasi menjadi dua tingkat.

Sedangkan untuk proses produksinya masih di rumahnya. Iapun mulai mengatur manajemen bisnisnya dengan membuat divisi produksi, divisi gudang, divisidistribusi dan shop people.

“Sampai sekarang tim produki bekerja dengan desain yang dari saya. Kalau sekarang omset bisa mencapai Rp 30 juta setiap bulannya,” terangnya.

Untuk menyiasati kebutuhan masyarakat. Ia juga membuat bau seri anak-anak dan big size. Sedangkan desain terbaru selalu rutin ia keluarkan setiap 3 bulan.

Halaman
123
Penulis: sulvi sofiana
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved