Mojokerto
Anda Hendak Kurban Idul Adha? Ini Panduan Sebelum Beli Hewan
"Kambing yang kena orf harus disendirikan atau dipisahkan agar tidak menular. Penyakit itu bisa diobati,"
Penulis: Anas Miftakhudin | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, MOJOKERTO - Hewan yang dijual di tepi jalan di Kota Mojokerto, Jawa Timur untuk disembelih dalam perayaan Idul Adha ada yang terindikasi penyakit orf.
Temuan itu, setelah tim dari Dinas Pertanian Kota Mojokerto turun ke lapangan untuk memantau penjualan kambing di tepi jalan. Kambing yang terkena penyakit itu ditandai dengan munculnya keropeng di mulut dan itu cukup berbahaya. Selain bisa menular ke hewan lain juga bisa menular ke manusia.
"Kambing yang kena orf harus disendirikan atau dipisahkan agar tidak menular. Penyakit itu bisa diobati," tutur drh Anggraita Putra, staf Dinas Pertanian Kota Mojokerto usai sosialisasi tata cara penyembelihan hewan qurban di Kantor Kelurahan Surodinawan, Selasa (15/9/2015).
Menurutnya, kambing yang terkena orf jika tetap disembelih dan mengenai tangan manusia bisa menular. Jika mengenai tangan, kondisinya bisa melepuh kemudian terjadi terluka.
"Ciri-ciri kambing terkena orf mulutnya seperti terluka (berengen, Jawa)," paparnya.
Selain orf, penyakit pada hewan kurban yang menjadi fokus pemantauan adalah anthrax.
"Kalau anthrax harus diwaspadai karena ditemukan di daerah lain sehingga jangan sampai masuk ke Mojokerto," ujar Anggraita.
Sebelum membeli hewan kurban, perlu diperhatikan ciri fisik hewan yang sehat dan layak. Di antaranya lincah, bulu halus dan makannya banyak.
"Tentunya untuk membeli hewan kurban harus lengkap jangan sampai cacat," ungkapnya.
Sementara itu Sulikan, Kabid Pertanian dan Peternakan di Dinas Pertanian Kota Mojokerto, menjelaskan sosialisasi yang dilakukan sebagai langkah meminimalisir kesalahan dalam pemotongan hewan qurban.
Sasarannya adalag ta'mir masjid di setiap kelurahan serta tukang potong hewan yang ada di Rumah Potong Hewan (RPH).
"Kami juga melibatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan dinas peternakan Pemprov Jatim, tujuaanya untuk menyembelih qurban yang baik dan benar," kata Sulikan.
Menurut Sulikan, sejumlah lapak penjual hewan qurban yang ada di Kota Mojokerto sudah diinventarisir. Data yang dimiliki Dinas pertanian tercatat ada 11 lapak.
"Data ini berdasarkan tahun lalu. Kami sekarang memantaunya, sepertinya ada penambahan," kata mantan Sekcam Magersari, Kota Mojokerto.
Berdasarkan pantauan di lapangan, di sejumlah lokasi sudah banyak pedagang hewan qurban yang mulai berjualan. Diantaranya di kawasan Jalan Meri, Tropodo, Jalan Semeru Wates, Raya Ijen dan di sepanjang Jalan Surodinawan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/sapi-limosin_20150821_163511.jpg)