Sabtu, 11 April 2026

Sportainment

Mafia Bola Yang Suap Wasit Indonesia itu Kena 4 Tahun Penjara

Media Singapura, The Strait Times menulis, pengaturan skor ini melibatkan mantan wasit asal Indonesia, Nasiruddin (52).

Editor: Aji Bramastra
strait times
Rajendran R Kurusamy. 

SURYAMALANG.COM, SINGAPURA - Rajendran R. Kurusamy (55), pria yang disebut menjadi dalang pengaturan skor sepak bola SEA Games Singapura, akhirnya divonis 4 tahun penjara.

Pengadilan Singapura menjatuhkan vonis itu pada Senin (21/9/2015).

Rajendran terbukti melakukan pengaturan skor pada laga antara Malaysia dan Timor Leste.

Media Singapura, The Strait Times menulis, pengaturan skor ini melibatkan mantan wasit asal Indonesia, Nasiruddin (52).

Ketika itu, tugas Nasiruddin adalah menghubungkan Rajendran dengan ofisial Timnas Timor Leste.

Nasiruddin sendiri sudah mendapat vonis 30 bulan penjara.

Rajendran mengakui semua perbuatannya.

Ia mengatakan, pengaturan skor dilakukan dengan menyuap pemain Timor Leste, Moises Natalino De Jesus (31).

Pengaturan skor juga dilakukan dengan memberi uang sekitar Rp 195 juta kepada Orlando Marques Henriques Mendes (49),yang menjabat sebagai Direktur Teknis Timnas Timor Leste.

Orlando diinstruksikan agar Timor Leste menyerah ke Malaysia, pada laga yang diselenggarakan pada 30 Mei 2015.

"Rajendran, Nasirudiin, dan pemain Timnas Timor Leste, Moises, bertemu di Batam pada 25 Mei 2015 untuk merencanakan hal ini," kata Jaksa Stacey Fernandez.

"Rajendran meminta Moises agar Timor Leste kalah dengan banyak gol. Moises setuju untuk membantu, tapi ia tidak janji timnya akan memberi berapa gol," kata Stacey.

Rajendran kemudian mengajak Moises bertemu lagi pada 28 Mei 2015. Tapi beberapa jam setelah pertemuan itu, mereka keburu ditangkap polisi.

Laga sendiri berakhir dengan Malaysia menang tipis 1-0 dari Timor Leste.

Rajendran dikenal sebagai mafia bola populer di Singapura. Bukan kali ini saja ia masuk penjara.

Setidaknya, ada 8 laga dimana ia terlibat dalam pengaturan skor, termasuk di Liga Singapura.

Duh, semoga laga Timnas Indonesia tidak ikut diatur oleh mafia bola ya? (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved