Kamis, 9 April 2026

Malang Raya

Pengelolaan Wisata Cangar Tidak Akan Diserahkan ke Kota Batu

Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur dipastikan tidak akan mengkerjasamakan pengelolaan obyek wisata air terjun Coban Talun dan obyek wisata air panas

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: fatkhulalami
Google
Obyek wisata di Cangar, Kota Batu 

SURYAMALANG.COM, BATU - Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur dipastikan tidak akan mengkerjasamakan pengelolaan obyek wisata air terjun Coban Talun dan obyek wisata air panas Cangar.

Pasalnya, dua obyek wisata tersebut masuk dalam wilayah Taman Hutan Raya (Tahura) yang menjadi kewenangan Dinas Kehutanan Provinsi Jatim sesuai UU nomor 23 tahun 2013 yang berhak mengelola Tahura di perbatasan daerah.

Kepala UPT Tahura R Soerjo, Dody Arif Sarwono menjelaskan, Tahura merupakan kawasan pelestarian alam yang dimanfaatkan untuk tujuan koleksi tumbuhan dan/atau satwa yang alami atau buatan, jenis asli atau bukan asli, yang dimanfaatkan bagi kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budaya, pariwisata dan rekreasi.

Untuk Tahura R Soerjo sendiri bagian dari hutan Arjuno Lalijiwo seluas 27.868,30 hektar yang terletak di Kabupaten Mojokerto, Pasuruan, Malang, Jombang, Kediri, dan Kota Batu.

"Jadi Tahura itu tidak berdiri sendiri di Kota Batu, tapi bagian dari hutan Tahura yang menjadi bagian dari kawasan hutan Gunung Arjuno," kata Dody Arif Sarwono, kemarin.

Lebih lanjut dijelaskan Dody Arif, dalam pemanfaatan intensif Tahura R Soerjo berupa kegiatan wisata alam bebas di Cangar desa Sumberbrantas kecamatan Bumiaji Kota Batu diatur dalam Perda Provinsi Jatim nomor 2 tahun 2013.

Dimana dalam pengelolaan sehingga diperoleh pendapatan retribusi diatur pembagian 70 persen untuk Provinsi Jatim dan 30 persen untuk daerah setempat atau Pemkot Batu.

Sebetulnya, ungkap Dody, wilayah Tahura banyak memberi manfaat bagi masyarakat Kota Batu. Yakni ada 35 sumber mata air yang dimanfaatkan oleh masyarakat Kecamatan Bumiaji dan sekitarnya. Dengan demikian sumbangsih atas keberadaan Tahura dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar.

"Kamipun dalam mengelola obyek wisata Cangar banyak memberdayakan masyarakat sekitar. Mulai tukang parkir, memberikan tempat jualan bagi warga Sumberbrantas, dan dari 20 petugas wisata cangar dimana 12 orang adalah warga Sumberbrantas. Jadi kami dalam mengelola wisata Cangar sangat peduli pada warga sekitar," ucap Dody dalam rilis yang diterima SURYAMALANG.COM.

Oleh karena itu, dikatakan Dody, tidak benar kalau dalam pengelolaan obyek wisata air Cangar, UPT Tahura R Soerjo tidak memperhatikan warga sekitar. Artinya, pengelola tetap memberikan peluang dan kesempatan bagi warga sekitar dalam pengelolaan obyek wisata Cangar.

"Kami tidak menutup diri, kami peduli pada warga sekitar," tutur Dody Arif Sarwoko.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved