Kediri

Ini Lho Promosi Cagar Biosfer Lewat Gerbong KA

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Arjuno mempromosikan Cagar Biosfer melalui branding di gerbong KA Krakatau.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: fatkhulalami
SURYA/Didiik Mashudi
DR Tahrir Fatoni memperhatikan gambar elang Jawa di gerbong KA untuk branding promosi Cagar Biosfer di Stasiun Kota Kediri, Kamis (8/10/2015). 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Arjuno mempromosikan Cagar Biosfer melalui branding di gerbong KA Krakatau.

Promosi ini diluncurkan Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem DR Tahrir Fatoni di Stasiun Kota Kediri, Kamis (8/10/2015).

Peluncuran branding ini ditandai dengan pemberangkatan KA Krakatau oleh dirjen tujuan Jakarta - Merak. KA ini melintas di 5 provinsi mulai Jatim, Jateng, DI Yogjakarta, Jabar, Banten dan DKI Jakarta.

Cagar Biosfer yang ada di taman nasional itu telah ditetapkan badan PBB Unesco. Dengan ditetapkan Unesco, masyarakat internasional telah mengakui keberadaan Cagar Biosfer di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Arjuno.

"Tidak semua wilayah di Indonesia dan dunia punya keunikan. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Arjuno sangat unik dan khas sehingga diakui masyarakat internasional," ungkapnya.

Sebagai warisan dunia, sehingga Indonesia berkewajiban untuk melestarikan serta memperkenalkan kepada masyarakat.

"Kami bekerja sama dengan PT Kereta Api dengan harapan semakin banyak masyarakat yang berkunjung ke taman nasional. Sehingga semakin banyak pula yang naik kereta api," ungkapnya.

Saat ini angka kunjungan ke taman nasional telah mencapai 550.000 wisatawan per tahun. Diharapkan pada 5 tahun ke depan ada 20 juta wisatawan domestik dan asing yang datang ke Cagar Biosfir.

Tahrir Fatoni berharap ke depan ada kerja sama yang lebih terintegrasi dengan berbagai pihak. Salah satunya dengan PT KAI, sehingga sekali membeli tiket sudah mencakup berangkat dan tiba di tujuan. "Beli satu tiket KA di Merak sudah mencakup biaya berangkat dan pulang," jelasnya.

Sementara Kepala Daops 7 Madiun Windar menyebutkan, saat ini tingkat okupansi penumpang KA masih sekitar 5.000 per hari.

Diharapkan dengan adanya tujuan wisata ke taman nasional dapat ditingkatkan menjadi 10.000 per hari.

"Salah satu upaya meningkatkan okupansi dengan membuka daerah tujuan wisata seperti ke taman nasional," tambahnya.

Saat ini penumpang yang naik KA dengan tujuan ke taman nasional biasa turun di Jombang, Malang, Pasuruan dan Probolinggo.

"Kami menyiapkan semua kereta reguler untuk mengangkut wisatawan," jelasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved