Malang Raya

Besok, Polisi Tetapkan Tersangka Usaha Elpiji Oplosan

Polisi menggrebek sebuah rumah di Dusun Ngepeh, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.

Besok, Polisi Tetapkan Tersangka Usaha Elpiji Oplosan
Tribunnews.com
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Polisi menggrebek sebuah rumah di Dusun Ngepeh, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.

Rumah tersebut diduga menjadi lokasi pembuatan LPG oplosan selama setahun terakhir.

Penggrebekan rumah tersebut berlangsung pada Kamis (22/10/2015) sore. Kala itu polisi mengamankan pemilik rumah berinisial ZA (27), serta dua pick up yang mengangkut tabung gas 3 kilogram dan 12 kilogram.

Selain itu, polisi juga mengamankan lima pekerja ZA yang berada di sana.

Setelah menjalani pemeriksaan polisi, keenam orang ini kemudian dibawa lagi ke rumah ZA guna menjalani rekontruksi pada Jumat (23/10/2015) pagi.

Dalam rekontruksi tersebut polisi mendapatkan sejumlah barang bukti baru untuk menjerat mereka dalam tindak pidana.

“Sampai sore ini mereka masih menjalani pemeriksaan di Polres (Malang, red),” ujar AKP Adam Purbantoro, Kasat Reskrim Polres Malang pada Surya, Jumat sore.

Meski demikian, Adam menolak memaparkan hasil pemeriksaan sementara terkait kasus tersebut. Ia juga belum mau memaparkan jumlah tersangka atas kasus ini.

“Besok, kami simpulkan jumlah tersangka kasus LPG oplosan saat ini,” imbuh Adam.

Informasi yang dihimpun Surya, polisi sudah menetapkan seorang tersangka dalam kasus ini. Ia adalah ZA yang merupakan pemilik usaha tersebut.

Dalam rekontruksi yang berlangsung di gudang penyimpanan LPG, ZA menjelaskan modus yang dipergunakannya berupa mengurangi isi tabung LPG 3 Kg ke dalam LPG 12 Kg. Pengurangan itu dilakukan dengan menancapkan tabung gas LPG 3 Kg ke LPG 12 Kg.

Kemudian, tabung itu disegel ulang, lalu dijual ke masyarakat.

Akibat ulah itupula, sejumlah warga mencium bau gas ketika melintasi rumah pelaku. Kakak ZA, yang juga Ketua RT setempat, Budiono menambahkan bahwa warga resah dengan bau tersebut. Bahkan, warga juga yang melaporkan peristiwa ini ke polisi.

“Saya sudah mengingatkan sebanyak tiga kali, lantaran baunya sangat menyengat. Namun, peringatan tersebut, tidak didengarkannya,” aku Budiono.

Budiono belum mengetahui kapan aktivitas mengoplos LPG ZA berlangsung. Meski demikian, dia memastikan bahwa warga resah dan khawatir bau tersebut dapat memicu ledakan maupun kebakaran.

Penulis: Adrianus Adhi
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved