Malang Raya

Dosen, Cantik, Aremanita ini Passion di Fashion

Sejak kuliah, wanita kelahiran Malang, 9 Oktober 1986, ini sudah menggeluti berbagai kompetisi sebagai duta

Dosen, Cantik, Aremanita ini Passion di Fashion
SURYAMALANG.COM/Sulvi Sofiana
Dinar Hana Sadriyantien Wahyuni 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Memakai rok span batik selutut dan blouse kuning, Dinar Hana Sadriyantien Wahyuni ST MT (29) berjalan anggun menuju ruang Workshop Robotik Se-Jatim 2015 di Hotel Sahid Montana 2 Malang.

Sekilas, penampilan gadis ini tak terlihat seperti pengajar teknik khususnya teknik leketro. Tetapi Aremanita (Arek Malang Wanita) ini merupakan dosen wanita satu-satunya di jurusan teknik Elektro Universitas Merdeka (Unmer) Malang selama 1,5 tahun terakhir.

“Saya suka teknologi dan concern di bidang telekomunikasi, karena menurut saya itu ilmu yang ‘aneh’. Seperti gelombang yang tak terlihat mata tetapi sangat dibutuhkan,” tutur alumnus S1 Teknik Elektro UB ini.

Keinginannya menjadi dosen, menyusul adanya tawaran dari Unmer setelah ia menyelesaikan program S2 di teknik elektro Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) selama 3 semester dengan predikat mahasiswa berprestasi .

Dan iapun saat ini sedang menyiapkan diri untuk program S3 teknik elektro di Politekniko di Milano, Italia setelah pengajuan beasiswanya diterima LPDP (Lembaga Pengembangan Dana Pendidikan).

“Lulus kuliah S1 sempat kerja di Tjiwi Kimia 2 tahun sebagai asisten manager konverting 4, kemudian keluar untuk kuliah. Dan lulus S2 bisa menyalurkan hobi mengajar di Unmer. Sambil berusaha untuk mendapat beasiswa S3, rencananya saya akan mendalami millimeter wave di Italia,” tutur anak ke 6 dari 6 bersaudara ini.

Kesehariannya bergelut dengan las, obeng dan timah tak membuatnya melupakan kecintaannya pada fashion. Sejak kuliah, wanita kelahiran Malang, 9 Oktober 1986, ini sudah menggeluti berbagai kompetisi sebagai duta.

Hal ini terbukti di tahun 2005 ia terpilih sebagai Mbak Yu favorit Kota Malang, tahun 2006 ia menjadi finalis Miss Matos, tahun 2007 meraih peringkat 2 Putra Putri Formula 1 yang saat ini lebih dikenal sebagai Duta Lalu Lintas.

“2010 saya peringkat 2 Putri Duta Lalu Lintas Polresta Malang. Kalau Ngajar itu hobi, fashion itu passion saya,” tutur dara yang juga menyukai traveling ini.

Karena pengalamannya dalam tata gaya dan mengenal berbagai produk fashion. Ia memutuskan menjadi konsultan fashion sejak tahun 2007. Berbagai klien pun ia tangani, mulai dari individu atau proyek.

“Jaringan dan kenalan saya meluas saat kuliah di Surabaya, siapa saja saya tawari untuk menjadikan saya konsultan fashionnya, nggak peduli malu deh,” jelas wanita yang akrab dipanggil Dinar ini.

Menurutnya menjadi konsultan fashion itu gampang-gampang susah. Ia harus memahami selera dan kebutuhan kliennya. Tak jarang ia menemui klien yang lebih melihat barang dari segi harga dibandingkan bagus tidaknya barang itu.

Ia juga mengurus berbagai proyek yang berkaitan dengan fashion, seperti sebagai konsultan dalam menyusun pembuatan butik kliennya. Mulai dari pangsa pasar, produk hingga sistem penjualan ia juga menyusunnya.

Penulis: sulvi sofiana
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved