Malang Raya

Lho, Dewanti dan Masrifah Dipanggil Panwaslih Karena ini

Karena paslon tidak datang, maka dikirim lagi surat panggilan kedua buat besok, Sabtu (24/10/2015). Surat sudah dititipkan sekalian ke Bambang Sis.

Lho, Dewanti dan Masrifah Dipanggil Panwaslih Karena ini
SURYAMALANG.COM//Sylvianita Widyawati
Dewanti Rumpoko-Masrifah Hadi ketika rehat dalam pendaftaran di KPU Kabupaten Malang, Senin (27/7/2015). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Gara-gara dianggap melanggar zona kampanye dengan berada di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Panwascam Singosari memanggil paslon Dewanti Rumpoko-Masrifah Hadi, Jumat (23/10/2015) pukul 15.00.

Paslon ini ke Singosari untuk ziarah ke makam KH M Thohir, pendiri NU Malang di komplek pondok Bungkuk Singosari sekaligus memperingati Hari Santri Nasional pada Kamis, 22 Oktober 2015 lalu. Namun paslon tidak datang.

Yang datang mewakili paslon ini adalah Bambang Sis, LO paslon. Karena paslon tidak datang, maka dikirim lagi surat panggilan kedua buat besok, Sabtu (24/10/2015). Surat sudah dititipkan sekalian ke Bambang Sis.

"Yang kami panggil paslonnya, bu Dewanti sama bu Masrifah. Sehingga tidak bisa diwakili LO-nya," ujar George da Silva dari Panwaslih Kabupaten Malang kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (23/10/2015).

Untuk undangan kedua besok akan dilaksanakan di kantor Panwascam Poncokusumo. Ini sebagai bentuk jemput bola karena kegiatan paslon sedang di wilayah tersebut dan kesepakatan.

Dijelaskan George, selain ke makam, juga ada kegiatan silahturahmi ke ponpes Al Islahiyah. Tim paslon membawa mobil branding dan blusukan ke rumah warga.

"Kami punya foto dan video," ujar George.

Katanya, kalau ziarah saja gak perlu bawa tim. Sebab aktifitas jadi melekat ke paslon. Sedang Bagyo Prasasti, tim sukses paslon Dewanti-Masrifah mengaku kaget paswas mempermasalah soal kunjungan ke Singosari untuk ziarah.

"Panwaslih kabupaten dan Panwascam terkesan cari-cari masalah karena mempersoalkan aktifitas ziarah ke makam," ujar Bagyo terpisah.

Apalagi kemudian LO paslon juga tidak diperkenankan mewakili kedatangan paslon. Katanya, keberadaan paslon ke makam tidak menggandung kampanye.

Namun menghormati tokoh pendahulu NU sekaligus bertepatan dengan Hari Santri. Memang harusnya paslon ini zona kampanyenya di selatan. Karena tahu itu bukan zonanya, maka paslon tidak melakukan ajakan ke orang lain untuk memilih.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved