Malang Raya

Jelang Hujan, Begini Cara Kota Malang Atasi Kawasan Langganan Banjir

Kawasan RW 7 dan RW 8 selama ini menjadi langganan banjir ketika musim hujan. Wilayah tersebut merupakan kawasan padat penduduk.

Jelang Hujan, Begini Cara Kota Malang Atasi Kawasan Langganan Banjir
SURYAMALANG.COM/Samsul Hadi
Pemkot Malang bersama TNI, Polri, dan warga kerja bakti membersihkan sungai di Kelurahan Bareng, Minggu (25/10/2015). Banyaknya sampah di sungai itu menyebabkan air meluap ke rumah warga ketika musim hujan. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Wali Kota Malang, M Anton, bersama TNI, Polri, dan warga melakukan kerja bakti bersih-bersih sungai di RW 7 dan RW 8 Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Minggu (25/10/2015).

Kerja bakti bersih-bersih sungai itu untuk mengantisipasi banjir di kawasan itu ketika musim hujan yang diprediksi tidk lama lagi.

Kawasan RW 7 dan RW 8 selama ini menjadi langganan banjir ketika musim hujan. Wilayah tersebut merupakan kawasan padat penduduk. Di tengah-tengah permukiman warga terdapat sungai. Bangunan rumah warga berada di kanan kiri sungai.

Akibatnya terjadi penyempitan lebar sungai. Selain itu, prilaku warga yang membuang sampah sembarang menyebabkan pendangkalan sungai. Otomatis ketika musim hujan, air sungai meluap ke permukiman warga. Untuk itu, Wali Kota bersama TNI, Polri, dan warga melakukan kerja bakti mengeruk sungai.

Warga mengangkat sampah dan material bekas bangunan yang dibuang di sungai ke permukaan. Sampah-sampah itu dimasukkan ke karung. Hampir ada 10 truk sampah yang diangkut warga dari sungai Bareng.

Wali Kota Malang, M Anton mengatakan, kerja bakti ini sebagai upaya mengurangi banjir di wilayah Kelurahan Bareng, khususnya di RW 7 dan RW 8. Setiap musim hujan, warga selalu mengeluh kebanjiran.

"Pendangkalan sungai ini juga akibat ulah warga sendiri. Mereka membuang sampah di sungai. Kami menghimbau ke warga agar mengubah prilaku buang sampah ke sungai," kata Anton.

Menurutnya, kerja bakti saja tidak cukup untuk mengatasi masalah banjir di wilayah Bareng. Ke depan, kata Anton, Pemkot Malang akan membangun sumur injeksi di kawasan Bareng. Sumur injeksi ini berfungsi mengurangi volume air di sungai ketika musim hujan.

"Kami akan kerja sama dengan perguruan tinggi untuk membangun sumur injeksi. Seperti yang sudah terlaksana di Kelurahan Purwantoro," ujarnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Malang, Jarot Edi Sulistyono, mengatakan sungai Bareng menampung air dari beberapa wilayah di Kota Malang, mulai dari Galunggung, Sumbersari, dan Pulosari. Kalau terjadi penyempitan dan pendangkalan di sungai Bareng otomatis air meluap ke rumah warga.

Dikatakannya, sebenarnya Pemkot Malang sudah menyiapkan gorong-gorong di wilayah Jl Bondowoso-Jl Tidar untuk mengurangi volume air yang mengalir ke sungai Bareng. Tetapi, sampai sekarang proyek pembangunan gorong-gorong di Jl Bondowoso-Jl Tidar belum selesai. Sehingga, gorong-gorong belum bisa difungsikan.

"Tahun depan kami akan melanjutkan proyek gorong-gorong di Jl Bondowoso-Jl Tidar. Kami mengalokasikan anggaran Rp 16 miliar untuk menyelesaikan proyek itu. Kalau gorong-gorongnya sudah selesai, banjir di wilayah Bareng bisa teratasi," katanya.

Penulis: Samsul Hadi
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved