Malang Raya

Kota Batu Ngotot Beli Mesin Pencacah Sampah Rp 22 Miliar, Mengapa?

"Mesin pencacah sampah bisa dimanfaatkan untuk meminimalisir timbunan sampah organik untuk dimanfaatkan menjadi pupuk organik dan sebagainya,"

Kota Batu Ngotot Beli Mesin Pencacah Sampah Rp 22 Miliar, Mengapa?
SURYAMALANG.COM/Iksan Fauzi
Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso 

SURYAMALANG.COM, BATU - Pemkot Batu bakal kembali mengusulkan pengadaan mesin pencacah sampah senilai Rp 22 miliar dalam APBD 2016. Meskipun sebelumnya usulan pengadaan mesin pencacah sampah tersebut pernah diusulkan dan dialokasikan anggaran dalam APBD 2015 tapi tidak bisa dilaksanakan.

Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso mengatakan, keberadaan mesin pencacah sampah sudah sangat dibutuhkan oleh Kota Batu. Ini setelah jumlah volume sampah yang dihasilkan dari aktifitas masyarakat dan usaha di Kota Batu terus mengalami kenaikan.

"Apabila mesin pencacah sampah belum juga dimiliki Kota Batu dikhawatirkan timbunan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) akan menjadi persoalan," kata Punjul Santoso, Minggu (25/10/2015).

Dijelaskan Punjul, volume sampah di Kota Batu pada hari biasa mencapai sekitar 60 - 65 ton. Volume sampah tersebut mengalami kenaikan hingga mencapai 90 - 100 ton perhari pada saat hari libur atau ketika ada kegiatan hiburan.

Jumlah volume sampah tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring dengan terus berkembangnya penduduk dan meningkatnya kunjungan wisata di Kota Batu.

"Maka dari itu, mesin pencacah sampah bisa dimanfaatkan untuk meminimalisir timbunan sampah organik untuk dimanfaatkan menjadi pupuk organik dan sebagainya," ucap Punjul Santoso.

Memang, diakui Punjul, dalam pengadaan mesin pencacah sampah yang kemungkinan akan didatangkan dari Luar Negeri tersebut harganya dipastikan semakin mahal. Hal itu seiring dengan melemahnya nilai tukar rupah terhadap dollar AS sehingga kebutuhan anggaran pengadaan mesin pencacah sampah mengalami kenaikan.

"Besarnya anggaran pengadaan itu yang akan kami bahas dengan Banggar, karena harga mesin pasti mengalami kenaikan," tandas Punjul.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved