Malang Raya

Ditolak Kepala Kejaksaan, Begini Reaksi Pegiat Anti Korupsi

"Kami sudah mengikuti prosedur yang ada untuk bisa bertemu dengan Bapak Kajari Batu, tapi dua kali kami gagal bertemu dengan beliau,"

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: fatkhulalami
Google
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, BATU - Kecewa tidak ditemui Kepala Kejaksaan Negeri Batu, Malang Corruption Watch (MCW) akan kirim surat ke Komisi Kejaksaan RI.

Hal itu dilakukan setelah MCW menilai, ada ketidakseriusan Kejaksaan Negeri Batu dalam menangani kasus dugaan korupsi yang terjadi dan merugikan keuangan negara dengan menghindari pertemuan.

Divisi Monitoring Hukum dan Peradilan MCW, Akmal Adicahya mengatakan, kegagalan bertemu dengan Kepala Kejari Batu, Sedya Ginting SH sudah dua kali dialami MCW. Setelah sebelumnya dua hari lalu, Selasa (2/7/10/2015), pihaknya juga gagal bertemu dengan Kajari Batu.

"Kami sudah mengikuti prosedur yang ada untuk bisa bertemu dengan Bapak Kajari Batu, tapi dua kali kami gagal bertemu dengan beliau. Padahal hari ini Pak Kajari ada di ruangan tapi tetap enggan menemui kami, ini yang membuat MCW kecewa," kata Akmal Adicahya, Kamis (29/10/2015).

Dijelaskan Akmal, dalam pemberitahuan yang dikirim MCW untuk bertemu Kajari Batu disebutkan akan melakukan audiensi terkait kasus dugaan korupsi kegiatan Roadshow Pemkot Batu dan kasus korupsi PT BWR.

Dimana sebelumnya di awal tahun 2015 lalu Kajari Batu dalam pertemuan dengan MCW siap menerima masukan dan menindaklanjuti adanya dugaan korupsi. Bahkan, MCW ketika itu diminta memberikan data-data terjadinya dugaan korupsi yang terjadi di Kota Batu.

"Dan setelah itu seolah Pak Kajari sulit untuk ditemui MCW hingga hari ini. Kami yang akan menyampaikan data dugaan korupsi secara langsung menjadi gagal, bagaimana janji pak Kajari," ucap Akmal Adicahya.

Pihaknya merasa, ungkap Akmal, ada keengganan dari Kajari Batu untuk menindaklanjuti dugaan korupsi di Kota Batu yang disampaikan oleh MCW.

Terlebih lagi, bila kasus dugaan korupsi tersebut menyangkut orang nomor satu di Pemkot Batu yakni Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko. Padahal, seharusnya tidak ada seorangpun di Indonesia ini yang kebal hukum. Bahkan, Presidenpun bisa dijerat secara hukum bila melanggar Undang-undang dan melakukan perbuatan Korupsi.

"Maka dari itu, dalam surat ke Komisi Kejaksaan RI nantinya kami akan sampaikan kronologis yang dihadapi MCW di Kota Batu serta menyertakan semua data dugaan korupsi," ujar Akmal.

Meski demikian, tambah Akmal, pihaknya akan memberikan sedikit waktu atau setidaknya sampai minggu depan bagi MCW untuk bisa bertemu dengan Kajari Batu. Apabila kesempatan bertemu dengan Kajari Batu tidak ada maka surat ke Komisi Kejaksaan akan dikirim MCW akhir pekan depan.

"MCW hanya ingin diterima Bapak Kajari Batu untuk bisa menyampaikan data dan sejumlah pandangan serta pikiran terkait sejumlah kasus dugaan korupsi. Hanya itu yang kami inginkan," tandas Akmal Adicahya.

Sementara Kasi Intel sekaligus Humas Kejari Batu, Agung Wibowo SH mengatakan, tidak ada niatan dari Kajari untuk menolak bertemu dengan MCW. Hanya saja, Kajari Batu menginginkan dalam pertemuan dengan MCW juga diikuti Kasi Pidsus Kejari Batu yang menangani kasus-kasus dugaan Korupsi.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved