Breaking News:

Malang Raya

Lima Ekor Lutung Jawa Dilepas ke Hutan Lindung

"Semenjak tahun 2012 hingga sekarang, JLC bersama BKSDA Jatim dan Perum Perhutani sudah empat kali melepas liarkan Lutung Jawa kehutan lindung,"

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Dyan rekohadi
Salah seorang relawan di JLC berinteraksi dengan anakan lutung Jawa yang diberi nama Momon yang berada dalam inkubator, Kamis (8/10/2015). 

SURYAMALANG.COM, BATU - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Jatim bersama The Aspinall Faoundation Indonesia melepas liarkan lima ekor lutung Jawa di hutan lindung Kondangmerak, Kecamatan Bantur, Kota Batu.

Ini setelah ke lima ekor Lutung Jawa sempat dikarantina dan direhabilitasi selama setahun di pusat rehabilitasi Lutung Jawa Coban Talun Kota Batu.

Project Manager Javan Langur Center (JLC) The Aspinall Faoundation Indonesia, Iwan Kurniawan mengatakan, kelima ekor lutung yang dilepas kehutan itu terdiri dari satu ekor jantan dan empat betina dewasa.

"Kelima ekor Lutung Jawa itu masing-masing bernama Melon, Imron, Juminten, Merlyn dan Nelly. Khusus Melon merupakan hasil pengiriman dari taman satwa milik The Aspinall Faoundation di Inggris," kata Iwan, Rabu (4/11/2015).

Sedangkan empat ekor Lutung yang lain, menurut Iwan, merupakan hasil penyerahan dari masyarakat yang tinggal di Malang Raya, Jember dan Surabaya.

Dipilihnya kawasan hutan lindung Kondangmerak sebagai tempat pelepasan kelima ekor Lutung Jawa, menurut Iwan, dikarenakan tempat itu sangat banyak tersedia makanan. Disamping itu, Pemerintah juga ingin mengembalikan populasi Lutung Jawa yang hampir punah karena diburu manusia dikawasan hutan lindung.

Satwa Lutung sendiri, jelas Iwan, merupakan keluarga monyet yang suka makan daun Bendo (Artocarpus elastius), Laban (Vitex pubescens), budengan (Diospyros cauliflora), daun pohon lo (Ficus sp) dan daun serut serta daun Kidang termasuk daun Litsea sp.

"Semenjak tahun 2012 hingga sekarang, JLC bersama BKSDA Jatim dan Perum Perhutani sudah empat kali melepas liarkan Lutung Jawa kehutan lindung. Kalau dijumlah sudah ada 32 ekor Lutung Jawa dikembalikan kehabitatnya," tandas Iwan.

Untuk wilayah pelepasannya sendiri, papar Iwan, yakni di hutan lindung Coban Talun, taman hutan raya Raden Soerjo, hutan lindung Malang Selatan yang salah satunya di Kondang Merak.

"Dari hasil penelitian kami, selama 36 tahun terdapat tiga generasi. Satu generasi usianya sekitar 12 tahun. Dan populasi Lutung Jawa terus turun karena perburuan dan perdangan satwa liar," ujar Iwan.

Sementara Administratur Perhutani KPH Malang, Arif menambahkan, setelah Lutung Jawa dilepas kehutan maka ada petugas dari Perhutani yang melakukan pengawasan setiap harinya. Hal itu dilakukan dengan tujuan agar satwa itu tidak diburu oleh oknum masyarakat.

"Kami ingin mengembalikan populasi Lutung Jawa seperti sediakala. Saat ini tantangan terberatnya adalah menghadapi pemburu satwa," kata Arif yang juga menghimbau pada semua pihak supaya tidak menembak Lutung dan satwa langka lainnya agar tidak punah.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved