Breaking News:

Malang Raya

walah, Pemanfaatan Sumber Air di Batu Diduga Ilegal

Hingga kini, penggunaan dan pemanfaatan seluruh sumber air di wilayah Kota Batu diduga belum memiliki izin resmi.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Ahmad Amru Muiz
Aktifitas pertanian di wilayah Kota Batu yang sangat membutuhkan air dari sumber air di musim kemarau seperti sekarang ini, Rabu (4/11/2015) 

SURYAMALANG.COM, BATU - Hingga kini, penggunaan dan pemanfaatan seluruh sumber air di wilayah Kota Batu diduga belum memiliki izin resmi.

Baik itu pemanfaatan sumber air oleh BUMD Pemkot Batu maupun kelompok masyarakat di Kota Batu.

Ketua Komisi Konservasi Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum RI, MH Huddin Al Sonny YPE mengatakan, pihaknya menduga kegiatan pemanfaatan sumber air bila belum mendapat izin resmi dari Dirjen SDA Kementerian PU RI maka kegiatan tersebut bisa dikategorikan ilegal.

Dengan demikian BUMD atau kelompok masyarakat pemanfaat sumber air bisa dipertanyakan legalitasnya.

"Ini yang perlu kembali ditegaskan, karena pemanfaatan sumber air di semua wilayah Indonesia harus mendapat izin dari Dirjen SDA Kementerian PU sesuai UU yang berlaku," kata Huddin Al Sonny, Rabu (4/11/2015).

Dijelaskan Huddin Al Sonny, akibat dari dugaan belum adanya izin pemanfaatan sumber air di wilayah Kota Batu yang dikeluarkan Dirjen SDA Kementerian RI menjadikan aturan konservasi air tidak berjalan dengan baik.

Yakni minimnya kepedulian para pengguna air pada sumber air untuk kelestarian dan pelestariannya. Dimana itu bisa dilihat dari jumlah sumber air di wilayah Kota Batu yang jumlahnya mencapai kisaran 100-an titik lokasi sumber air saat ini tinggal 50 persen saja yang masih keluar airnya, dan itupun debitnya sudah turun cukup signifikan.

Dan jumlah titik sumber air itupun terus berkurang setiap tahunya dewasa ini.

"Kondisi tersebut cukup memprihatinkan bila tidak ada keseriusan dalam upaya pelestarian sumber air," ucap Huddin Al Sonny.

Memang, diakui Huddin Al Sonny, perhatian Dirjen SDA Kementerian PU terhadap sumber air yang ada di wilayah Kota Batu cukup besar. Ini dikarenakan sumber air yang ada di wilayah Kota Batu menjadi bagian pemasok utama aliran air sungai Brantas.

Dan kini dampak dari penurunan debit air dari sumber air di wilayah Kota Batu telah terasa pada musim kemarau sekarang ini. Yakni terjadinya penurunan debit air di bendungan Sutami Karangkates Malang hingga diambang batas kewajaran setelah turunya debit air di aliran sungai Brantas.

"Persoalan lanjutanya ya air di waduk sutami tidak bisa lagi dimanfaatkan untuk memutar turbin PLTA serta mengaliri sawah pertanian secara maksimal. Kondisi itu membuat Dirjen SDA intensif melakukan pemantauan di wilayah sumber air sungai Brantas di Kota Batu ini," tandas Huddin Al Sonny.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved