Breaking News:

Malang Raya

Parlemen Kota Batu Kecewa KUA PPAS 2016 Defisit Rp 78 Miliar

"Bila mengandalkan sisa lebih penggunaan anggaran (SILPA) tentu tak mungkin sebesar itu. Makanya kami kecewa dengan defisit anggaran cukup besar,"

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/achmad amru muiz
Wali Kota Batu Eddy Rumpoko bersama Wawalikota Batu Punjul Santoso bersama Ketua DPRD Batu Cahyo Edi Purnomo beserta dua pimpinan DPRD hadir dalam rapat Paripurna, Selasa (1/9/2015). 

SURYAMALANG.COM, BATU - DPRD Batu merasa kecewa dengan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) tahun 2016 Kota Batu.

Lantaran, usulan KUA PPAS yang disampaikan Pemkot Batu mengalami defisit anggaran hingga Rp 78 miliar.

Anggota Badan Anggaran DPRD Kota Batu, Didik Machmud mengatakan, besarnya defisit anggaran yang cukup besar itu dinilai akan menyulitkan Kota Batu. Terutama darimana anggaran yang akan digunakan untuk menutupi defisit tersebut.

"Bila mengandalkan sisa lebih penggunaan anggaran (SILPA) tentu tidak mungkin sebesar itu. Makanya kami kecewa ini dengan defisit anggaran yang cukup besar itu," kata Didik Machmud, Kamis (6/11/2015).

Untuk tahun 2015 ini, menurut Didik, SILPA untuk Kota Batu memang cukup besar. Ini setelah banyak program anggaran yang nilainya cukup besar gagal dilaksanakan.

Seperti anggaran pembangunan GOR Batu senilai Rp 20 miliar, anggaran pengadaan mesin pemecah sampah Rp 22 miliar, dan lain sebagainya. Dan anggaran yang tidak terpakai tersebut telah dialihkan untuk kepentingan masyarakat seperti membangun jembatan, pengaspalan jalan, dan lainya.

"Bila anggaran tidak terpakai telah dialihkan penyalurannya dalam PAPBD 2015 maka darimana lagi anggaran SILPA yang bakal ada sehingga bisa untuk menutup defisit anggaran dalam APBD 2016," ucap Didik Machmud.

Disamping itu, ungkap Didik Machmud, dianggarkannya pembangunan pendopo Pemkot Batu senilai Rp 15 miliar setelah nanti semua perkantoran pindah ke Block Office tahun 2016 juga dipertanyakan kepentingan manfaatnya.

Akan dibagaimanakan Pendopo Pemkot Batu tersebut setelah semuanya pindahan. Belum lagi kemungkinan adanya reaksi dari tokoh masyarakat Kota Batu bila pendopo sebagai saksi berdirinya Pemkot Batu itu dibongkar. Dan kalaupun akan dibangun kembali tidak harus tahun depan karena bisa pada tahun berikutnya.

"Hal-hal itu yang membuat kami merasa tidak habis mengerti dengan Pemkot Batu," tandas Didik Machmud.

Terlebih lagi, ungkap Didik Machmud, adanya defisit anggaran tahun 2016 justru diikuti dengan target penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batu dari Rp 97 miliar tahun 2015 menjadi Rp 93 miliar tahun 2016 mendatang.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved