Sabtu, 11 April 2026

Jagad Aneh

VIDEO : Orangutan Dipaksa Jadi Pelacur, Melayani Pria Hidung Belang

Orangutan ini dirantai, tiduran di atas matras, dan semua bulunya dicukur

Editor: eko darmoko

SURYAMALANG.COM, KATINGAN – Duh, betapa kejamnya manusia! Apa pun akan dilakukan demi mendulang keuntungan.

Di antara pembaca setia SURYAMALANG.COM tentunya sudah pernah membaca berita orangutan bernama Pony yang dipaksa jadi pelacur.

Pony adalah orangutan asal Kerengpangi, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

Pony dijadikan pelacur oleh majikannya untuk memenuhi nafsu lelaki hidung belang di tempat asalnya.

Muasal kisah Pony pernah dibeberkan situs vice.com pada 2007 silam.

Disebutkan, Pony diajarkan menjadi pelacur ketika usianya sekitar lima tahun.

Kemudian di tahun 2015 ini, tepatnya bulan Februari, rekaman video Pony pun mengudara di lama YouTube.

Adalah akun bernama MuralAnimal Marli yang mengunggah video Pony di laman YouTube.

Direktur Organisasi Penyelamatan Orangutan Borneo, Michelle Desilets, mengatakan keadaan Pony sangat mengenaskan saat diselamatkan dari tempat prostitusi itu.

Pony dirantai, tiduran di atas matras, dan semua bulunya dicukur. Pony seolah telah dilatih menjadi pelacur.

Majikan atau gundik Pony mengatakan Pony menjadi bintang di rumah bordilnya.

Pendapatan gundik itu jadi berlipat-lipat dan dia pun dianggap sebagai keberuntungan sebab si gundik selalu menang judi togel jika ada Pony.

Para tamu pun menyukai Pony. Mereka bisa saja memilih pelacur manusia, namun toh banyak lekaki hidung belang yang ingin bercinta dengan orangutan macam Pony.

Butuh waktu lama untuk menyelamatkan Pony dari tempat itu. Polisi hutan dan aparat lokal tidak menyerahkan Pony begitu saja pada Organisasi Penyelamatan Orangutan Borneo.

Mereka menghadang dengan senjata, pisau, bahkan melengkapi diri dengan senapan serbu AK-47.

Saat Pony direbut dari gundiknya, sang gundik histeris dan menyebut para pegiat sebagai binatang tidak berperikemanusiaan sebab telah memisahkan seolah ibu dan anak.

"Saya miris, sebab tidak ada hukum di Indonesia yang mengatur hal ini. Mereka masih bebas berkeliaran tanpa dihukum atas apa yang mereka lakukan,” tegas Direktur Organisasi Penyelamatan Orangutan Borneo, Michelle Desilets.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved