Breaking News:

Malang Raya

Kantor Lingkungan Hidup Cabuti Reklame di Pohon, Ini Alasannya

"Semua reklame yang kami bersihkan dan copot dari pohon tidak memiliki izin. Kalaupun berizin ternyata sudah habis waktunya, maka kami sikat semua,"

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Ahmad Amru Muiz
Petugas dari KLH Kota Batu mencopot reklame yang dipasang menempel di pohon tepi jalan raya Oro Oro Ombo Kota Batu, Jumat (6/11/2015). 

SURYAMALANG.COM,  BATU - Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Batu melakukan penertiban reklame menempel di pohon tepi jalan.

Ini setelah instansi terkait penegakan Peraturan Daerah (Perda) dirasakan tidak ada rencana untuk melakukan penertiban.

Kepala KLH Kota Batu, Hari Santoso mengatakan, pihaknya mengerahkan sejumlah pegawai KLH untuk melakukan pembersihan mencopot reklame yang ditempel di pohon-pohon tepi jalan.

Langkah tersebut dilakukan agar tidak terlambat untuk menyelematkan pohon tepi jalan dari kematian.

"Semua reklame yang kami bersihkan dan copot dari pohon tidak memiliki izin. Kalaupun berizin ternyata sudah habis waktunya, maka kami sikat semuanya," kata Hari Santoso ditengah pelaksanaan pembersihan dan pencopotan reklame menempel di pohon tepi jalan di jalan raya Oro Oro Ombo Kota Batu, (6/11/2015).

Dijelaskan Hari Santoso, hasil dari pembersihan dan pencopotan reklame yang dipaku di pohon tepi jalan cukup mengejutkan. Ini dikarenakan ada satu reklame dengan ukuran kecil di pasang di pohon menggunakan 10 paku.

Belum lagi panjang paku yang digunakan menempel reklame di pohon tepi jalan ada yang sampai tembus dibelakang pohon. Dengan kondisi tersebut bila tidak dilakukan pembersihan dan pencopotan maka pada musim penghujan pohon akan terinfeksi penyakit hingga mati dan kering.

"Kondisi seperti itu yang dihindari, makanya kami lakukan pembersihan reklame itu tanpa terkecuali," ucap Hari Santoso.

Sedangkan untuk reklame hasil pembersihan, menurut Hari Santoso, akan dilakukan pemusnahan. Ini dikarenakan semua reklame tersebut tidak memiliki izin resmi dari kantor Badan Penanaman Modal (BPM) Kota Batu.

Dengan demikian reklame menempel di pohon dengan paku tersebut sebagai barang ilegal.

"Kami sudah koordinasikan dengan BPM dan reklame tidak berizin itu bisa dimusnahkan," tutur Hari Santoso.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved