Jumat, 10 April 2026

Blitar

Melas, PLN Tak Mau Tekor, Daerah di Blitar ini Belum Bisa Nikmati Listrik

Kalau dikalkulasikan, itu tak sebanding dengan biaya investasinya. Bahkan, PLN bisa tekor karena jumlah pemasangnya hanya sekitar 210 KK.

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Aji Bramastra
suryamalang.com/Imam Taufiq
Kondisi Dusun Serah Kencong, yang belum teraliri jaringan listrik. 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Keinginan sebanyak 210 kepala keluarga (KK), untuk mendapatkan sambungan listrik dari PLN, sepertinya bakal tertunda terus.

Sebab, pihak PLN memastikan, belum bisa merealisasikan keinginan warga di dua dusun tersebut, masing-masing Dusun Babatan Wiji Omboh dan Serah Kencong, di Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar.

Manager PLN wilayah Wlingi Raya, Lasmono, mengatakan, sebetulnya PLN sudah berkali-kali melakukan survei ke dua dusun itu.

Namun, ia belum bisa memastikan, kapan keinginan warga. Itu akan dipenuhi.

Pasalnya, pemasangan terkendala dengan kondisi alam dua dusun itu.

Selain berbukit, jaraknya juga cukup jauh, sekitar 35 km dari desa terdekat yang sudah tersambung listrik.

Desa itu adalah Desa Semen, Kecamatan Gandusari, yang berbatasan dengan Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.

"Kami juga sudah berulang kali melaporkan ke pimpinan, setiap kali ada pengaduhan dari warga dua dusun itu terkait permintaan sambungan baru. Namun, ya begitu, tetap saja, belum ada keputusan, kapan akan direalisasikan," kata Lasmono, Jumat (6/11/2015).

Belum bisa direalisasikan keinginan warga itu, papar dia, ada pertimbangan lain yang lebih mendasar.

Yakni, terkait biaya yang dibutuhkan buat pemasangan jaringan kabel ke dua dusun tersebut.

Kalau dikalkulasikan, itu tak sebanding dengan biaya investasinya. Bahkan, PLN bisa tekor karena jumlah pemasangnya hanya sekitar 210 KK.

"Kecuali, pihak Pemkab ikut mensubsidi pemasangannya, itu lain lagi. Atau, ada sekitar 1.000 KK, yang akan memasang jaringan baru. Masalahnya karena di desa itu cuma ada 200 KK, maka biaya yang diinvestasikan, akan lama kembalinya," ungkapnya, tanpa menjelaskan rinci soal biaya yang akan dibutuhkan.

Seperti diketahui, satu-satunya desa di Kabupaten Blitar, yang belum teraliri listrik adalah Dusun Babatan Wiji Omboh, dan Dusun Serah Kencong, Kecamatan Wlingi. Dua dusun itu berpenduduk sekitar 210 KK.

Bahkan, tak hanya tak teraliri listrik, namun pembangunan di dua dusun itu sepertinya juga tertinggal jauh dibandingkan dengan dusun lainnya.

Malah, bisa dibilang, hampir tak tersentuh pembangunan. Salah satunya, itu bisa dilihat dari kondisi jalan desanya, yang masih makadam, dengan bebatuan yang hanya ditata biasa, dengan tanpa diberi semen.

Akibatnya, batu jalan itu terlihat meringis sehingga membahayakan bagi pengendara sepeda motor.

Untuk mengatasi kebutuhan listrik, warga mencari alternatif lain. Yakni, membuat kincir air, untuk dijadikan pembangkit listrik.

Caranya dengan memanfaatkan aliran sungai, untuk dipakai menggerakkan bolang-baling kincir air tersebut. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved