Sabtu, 9 Mei 2026

Malang Raya

Musim Hujan Tiba, Bahaya ini yang Harus Diwaspadai di Malang

Hujan mengguyur Kota Malang pada Jumat lalu (5/11/2015). Setelah itu Sabtu-Minggu selalu turun menjelang pukul 13.00.

Tayang:
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Seorang warga menggunakan payung saat hujan mengguyur tengah Kota Malang di Jalan Sultan Agung, Kota Malang, Jumat (06/11/2015). Hujan dengan intesitas sedang ini pertama kali mengguyur Kota Malang. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Hujan masih belum merata mengguyur wilayah Kabupaten Malang. Sehingga BPBD masih belum menurunkan intensitas pengiriman air bersih ke 10 kecamatan yang kekurangan air bersih.

"Yang terlihat sudah rutin turun hujan seperti di Kota Malang tiga hari terakhir ini," ujar Hafi Lutfi, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (8/11/2015).

Hujan mengguyur Kota Malang pada Jumat lalu (5/11/2015). Setelah itu Sabtu-Minggu selalu turun menjelang pukul 13.00.

Karena hujan masih belum merata, maka tanggap darurat kekeringan masih berlaku sampai akhir November 2015.

"Namun kami juga sudah harus mewaspadai bencana longsor dan banjir," kata dia.

Bencana longsor menjadi perhatian karena musim kemarau terjadi sangat panjang. Dikhawatirkan tanah yang terkena air kemudian longsor. Ia juga menghimbau ke warga agar membersihkan drainase/sanitasi agar aliran air lancar sehingga tidak menjadi banjir karena banyak sumbatan, seperti sampah.

Yang sulit diprediksi adalah terjadinya bencana dampak dari adanya angin kencang. Bisa terjadi dimana saja.

"Beberapa kejadian pernah di Kecamatan Wagir, Singosari, Lawang," ungkap Hafi.

Sehingga pohon atau baliho-baliho di jalan-jalan rawan tumbang sehingga menyebabkan kecelakaan.

"Saya menghimbau ke warga mau melaporkan ke BPBD," kata dia. Sementara itu Sri Wahyuni Pudji Lestari, Kadinsos Kabupaten Malang menyatakan untuk antisipasi bencana sudah mempersiapkan bantuan.

"Tapi kami tidak menyetok beras karena tidak memiliki gudang sendiri," kata Yayuk, panggilan akrabnya.

Pihaknya memiliki stok seperti family kit atau baby kit.

"Kalau ada kejadian bisa dilaporkan ke provinsi, kemensos akan ada bantuan. Sifatnya sharing," ujarnya.

Jika terjadi bencana, misalkan longsor/banjir, tagana (taruna tanggap bencana) biasanya segera melaporkan ke dinas sosial. Setelah itu, pihaknya akan mengirimkan bantuan kepada korban. Misalkan menyiapkan bantuan sembako.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved