Kamis, 9 April 2026

Malang Raya

Pemkot Malang Kaji Relokasi PKL Kedungkandang dan Kebalen

Para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ada di sepanjang jalan wilayah Kedungkandang dan Kebalen, Kota Malang, diharapkan patuh ketika Jalur Lingkar Timur

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: fatkhulalami
Google
Logo Kota Malang 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ada di sepanjang jalan wilayah Kedungkandang dan Kebalen, Kota Malang, diharapkan patuh ketika Jalur Lingkar Timur mulai dibangun di wilayah tersebut 2015 tahun depan.

Mereka tak perlu khawatir soal tempat dagang baru sebab Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berencana mencari lahan untuk menampung mereka.

“Kami carikan lokasi alternatif untuk mereka pindah. Soalnya kalau tidak ada solusi, saya rasa kurang bagus juga buat para pedagang,” kata Kepala Dinas Pasar Kota Malang Wahyu Setianto, Senin (9/11/2015).

Tapi rencana itu belum dibahas lebih lanjut. Dinas Pasar, kata Wahyu, baru akan mempersiapkan hal itu secara internal.

Nantinya, dibutuhkan koordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait. Sebagai contoh, Dinas Pasar perlu berbicara dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk penyediaan lokasi penganti.

Sebagai badan yang menangani aset Pemkot, BPKAD lebih mengerti terkait lokasi strategis yang dapat dipakai para PKL sebagai tempat berdagang.

Yang pasti, lahan yang disediakan itu adalah lahan pemkot. Alternatif ini dipilih agar pembangunan Jalur Lingkar Timur tak menyisakan masalah.

“Kita manfaatkan mana lahan pemkot yang bisa dipakai. Supaya tidak menganggu proses pengerjaan jalan nantinya, juga suapaya ada tempat penampungan,” lanjutnya.

Usulan itu juga sudah disampaikan pada para pedangang. Wahyu bilang, mereka mau pindah dari lokasi dagang saat ini asalkan disediakan tempat penganti. Tapi, pedagang tak akan menerima kompensasi dari perpindahan mereka. Sementara sistem pemakaian tempat dagang baru juga akan dibahas.

Sejak beberapa bulan terakhir, Dinas Pasar juga sudah menertibkan lokasi PKL di dua tempat itu. Ia menjelaskan, para petugas setiap hari secara bergantian memantau lokasi agar PKL tak menganggu lalu lintas.

“Di wilayah kebalen kita usahakan jam setengah delapan pagi sudah mulai sepi. Sementara di Kedungkandang, sekitar jam tujuh pagi juga sudah sepi,” paparnya.

Sebelumnya, Wali Kota Malang M Anton menghimbau agar para PKL di wilayah itu untuk segara pindah. Sebab, dana Rp 50 miliar dari pemerintah pusat sudah cair.

Rencananya, pembangunan ini akan dimulai pada tahun depan. Pembangunan akan berjalan bertahap. Lahan yang sudah bebas akan didahulukan, sementara yang belum akan dilewati.

“Intinya tahun depan harus ada progres,” kata Anton. Ia menyebut, pada tahap ini pembangunan akan berfokus pada jalur kembar mulai daerah Kelurahan Madyopuro hingga ke Jembatan Kedungkandang. Jalur ini akan terhubung dengan proyek serupa di Kabupaten Malang.

Pembangunan dijalur itu dinilai berpotensi meningkatkan nilai ekonomi masyarakat sekitar. Sebab, harga jual atau sewa tanah dan bangunan di daerah itu akan merangkak sesuai dengan kemajuan pemabangunan.

“Itu otomatis. Dengan pembangunan, harga tanah lebih meningkat,” ungkapnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved