Malang Raya
Buku Perpustakaan SD di Malang Masih Minim
"Untuk perpustakaan SD jika punya satu sampai enam rombongan belajar (rombel) setidaknya perlu 1.000 koleksi buku,
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Petugas perpustakaan di SDN dan SD swasta di Kota Malang mendapat bimbingan teknis (bimtek) dari pustakawan Perpustakaan Umum Kota Malang, Jawa Timur.
Bimtek dilaksanakan beberapa hari.
"Saya memberikan pengetahuan pengolahan bahan pustaka," ungkap Yunita Rahma Devi, pustakawan di Perpustakaan Umum Kota Malang disela kegiatan bimtek di aula Dindik Kota Malang, Kamis (12/11/2015).
Menurut Yunita, informasi yang diberikan misalkan cara invetarisasi, pemberian stampel, katalokisasi sampai buku disajikan di rak.
Menurutnya, rata-rata SD sudah memiliki perpustakaan.
"Mungkin masih sederhana tidak sesuai aturan. Tapi ada juga yang sudah sesuai aturan," kata dia.
Untuk cara pemberian nomer buku ada kelas-kelasnya dan terbagi 10 kelas. Ia mencontohkan beberapa nomor kelas, seperti nomor 300-buku sosial, nomor 400-bahasa dan nomor 900-sejarah.
Sehingga pengelompokan buku-buku perpustakaan harus disesuaikan jenisnya. Dari informasi yang didapatkan dari pengelola perpustakaan yang ikut bimtek, masalah koleksi buku minim dan luas perpustakaan tidak memenuhi.
"Untuk perpustakaan SD jika punya satu sampai enam rombongan belajar (rombel) setidaknya perlu 1.000 koleksi buku," katanya.
Sedang luas perpustakaan SD idealnya 56 meter persegi. Sedang untuk pengelola perpustakaan, menurut Yunita, tidak semua sekolah ada petugas sendiri. Kadang masih dirangkap guru. Meski idealnya harus ada yang mengelola sendiri namun semua tergantung kemampuan sekolah masing-masing.
Dijelaskan dia, kondisi perpustakaan yang tidak memiliki AC, harus cukup cahaya dan sirkulasi untuk menjaga kondisi buku.
Chusnul Chotimah, guru merangkap mengelola perpustakaan di SD Islam Nurul Izzah di Madyopuro Kecamatan Kedungkandang Kota Malang menyatakan senang ikut bimtek.
"Ini jadi nambah ilmu mengelola perpustakaan," kata Chusnul.
Di sekolahnya, koleksi buku perpustakaan masih ratusan jumlahnya. Sebab SD-nya termasuk sekolah baru karena berdiri sejak empat tahun lalu. Katanya buku di perpustakaan sudah memakai DDC (Dewey Decimal Classification).
"Mudah-mudahan setelah ada bimtek seperti ini ada dana pemerintah untuk menambah koleksi buku buat menyokong perpustakaan sekolah," kata dia.
Sejauh yang ia amati, minat baca siswa sekolahnya ke perpustakaan masih kurang. Ia menduga karena koleksi bukunya kurang lengkap dan terbarukan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/yunita_20151112_213543.jpg)