Malang Raya
Arena Debat Calon Bupati Malang Tak Ubahnya Stand Up Comedy, Ini Kelucuannya
Ketika panelis Prof Haryono bertanya, Nur Cholis menjawab santai. “Tenang saja prof, nanti kalau saya tidak bisa menjawab, jawabannya akan saya sms,"
Penulis: David Yohanes | Editor: musahadah
SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Pasangan calon bupati nomor tiga, Nur Cholis dan Muhammad Mufidz menjadi pembeda dalam debat calon Bupati Malang, Kamis (12/11/2015) Malam.
Tampilan pasangan ini memecah ketegangan di tengah suasana tegang para calon bupati.
Berbeda dengan pasangan Rendra-Sanusi dan Dewanti-Masrifah yang tampil formal, Nur Cholis dan pasangan justru tampil slengakan.
Bukannya langung memaparkan visi misi, Nur Cholis justru tampil layaknya stand up comedy.
Mengawali paparannya, Nur Choli mengucapkan terima kasih kepada aparat keamanan yang telah mengawalnya dari Surabaya ke lokasi debat, di gedung DPRD Kabupaten Malang.
Ketika panelis Prof Haryono bertanya, Nur Cholis menjawab santai. “Tenang saja prof, nanti kalau saya tidak bisa menjawab, jawabannya akan saya SMS,” ucapnya.
Kontan saja ucapan Nur Cholis mengundang tawa. Bicara lebih serius, Nur Cholis mengaku ingin menekankan bidang kesehatan. Sebab jika rakyat sehat, maka pendidikan akan ikut secara otomatis.
“Mana ada orang yang gila sekolah?” ucap Nur Cholis Enteng.
Lebih jauh ia juga akan menyerahkan Pujon, Ngantang dan Kasembon ke Kota Batu. Sebab menurutnya, ketiga wilayah tersebut kurang diperhatikan Pemerintah Kabupaten Malang.
Mengakhiri paparannya, dia menyebut slogannya Malang Tahes, Kadit Odob (Malang sehat tidak bodoh). Namun belum selesai ucapannya, waktu 2,5 menit telah habis.
“Cik gak tegang. Moso kaet mau tegang ae (biar tidak tegang. Masa dari tadi tegang terus),” ucap Nur Cholis disambut tawa seluruh yang hadir.
Sementara, pasangan Rendra-Sanusi dan Dewanti-Masrifah lebih menguasai materi debat. Keduanya terlihat sering beradu argumen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/cabup-malang-3_20151113_103109.jpg)