Surabaya
Oknum Polisi Ini Nekat Edarkan Narkoba di Tahanan, Rupanya Ini Iming-Imingnya
Harga narkoba di tahanan disinyalir lebih tinggi dibanding harga di pasaran. Mengingat risiko dan sulitnya memasukkan barang haram ke 'kandang macan'
Penulis: Anas Miftakhudin | Editor: musahadah
SURYAMALANG.COM, SURABAYA – Pasca penangkapan Briptu FL dan Briptu RDF- oknum polisi yang diduga memasok sabu sabu (SS) ke tahanan Polda Jatim- terungkap fakta menarik.
Kedua penegak hukum ini diduga masuk dalam jaringan peredaran narkoba di Surabaya.
Dugaan ini mencuat setelah ditemukan 7 gram sabu-sabu usai keduanya dikeler petugas.
Kabarnya barang bukti itu ditemukan di rumah bandar yang namanya masih dirahasiakan.
Bandar yang memasok kedua oknum polisi itu kini tengah menjalani pemeriksaan di Ditnarkoba Polda Jatim untuk mengungkap pemasok yang lebih besar.
Sumber terpercaya di kepolisian mengungkapkan dari barang bukti SS 7 gram itu mengindikasikan kalau kedua oknum ini ”pemain”.
.
Direktur Narkoba Kombes Pol Drs Eko Wahyu enggan menjelaskan keterkaitan kedua oknum dengan jaringan narkoba.
Ia hanya menjawab jika ada barang bukti satu set alat isap serta plastik klip bekas penyimpan SS yang ditemukan di rumah perempuan penghuni tahanan.
"Tapi berapa beratnya saya tidak tahu. Sekarang terus diperiksa anggota untuk pengembangan lebih lanjut," ujar Kombes Eko Wahyu.
Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Drs Anton Setiadji, menegaskan anggota yang terlibat narkoba atau peredaran narkoba akan disikat.
"Anggota yang terlibat akan diproses pidana, disiplin dan komisi kode etik. Yang paling berat adalab komisi kode etik untuk menentukan apakah dia masih layak sebagai polisi atau tidak,"tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, terungkapnya oknum polisi ini setelah polisi berinisiatif melakukan tes urine pada tahanan laki-laki.
Ternyata ada lima tahanan positif SS. Dari fakta ini muncul dugaan jika ada orang tertentu yang memasukkan SS ke dalam tahanan.
Lantas kelima tahanan diperiksa secara maraton oleh petugas Ditnarkoba Polda Jatim hingga muncul nama dua oknum polisi yakni Briptu FL dan Briptu RDF.
Dikuatkan lagi dengan tes urine yang digelar Mabes Polri beberapa waktu lalu, kedua oknum tersebut urinenya positif.
Informasi yang diperoleh, harga narkoba di tahanan disinyalir lebih tinggi dibanding harga di pasaran. Mengingat risiko dan sulitnya memasukkan barang haram ke 'kandang macan' sangat tinggi. Inilah yang mendorong kedua oknum polisi ini menjalankan bisnis ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/ilustrasi-sabu-sabu_20151112_110730.jpg)