Sabtu, 18 April 2026

Kediri

Pelajar Ini Dipaksa Naik Motor, Diturunkan Paksa Lalu Dikeroyok Hingga Babak Belur

Akibat pengeroyokan itu, korban menderita luka-luka memar dan tergores di mata kanan dan kiri. Memar di pipi kanan dan kiri, hidung berdarah, kepala..

Penulis: Didik Mashudi | Editor: musahadah
surya/didik mashudi
Berdarah - Ny Siti Fatimah memperlihatkan foto anaknya setelah menjadi korban pengeroyokan, Sabtu (14/11/2015). 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Gara-gara dikeroyok teman-temannya Bagus Tri Pamungkas, pelajar SMP Dhoho 2 Kota Kediri mengalami trauma berat.

Selain enggan sekolah, remaja 14 tahun ini ketakutan saat melihat teman-temannya.

Ironisnya, pihak sekolah tidak peduli dengan masalah yang dialami salah satu muridnya. Belum ada perwakilan guru yang menjenguk dan mendampingi korban.

"Kalau ada temannya, anak saya langsung sembunyi di dalam kamar," ungkap Ny Siti Fatimah (45) ibu Bagus kepada Surya di rumahnya Kelurahan Blabak, Sabtu (14/11/2015).

Dijelaskan Siti Fatimah, kasus penganiayaan yang menimpa anaknya terjadi pada 24 Oktober 2015.

Saat di parkiran sekolah hendak pulang, Bagus dipaksa Di (14) dan Ri (14) ikut naik motor berboncengan tiga.

Para pelaku kemudian menurunkan korban di Lapangan Tosaren. Selanjutnya Di dan Ri bersama 7 temannya yang lain bergantian mengeroyok korban.

Kemudian korban dibonceng lagi dan diturunkan di areal persawahan di Kelurahan Rejomulyo.

Di tempat sepi ini korban kembali dikeroyok hingga wajahnya berdarah-darah. "Ada yang memukul dengan tangan dan helm serta menendang menenai perut," ungkapnya.

Selanjutnya korban dibonceng serta diturunkan lagi di parkiran SMP Dhoho. Korban yang tubuhnya sudah babak belur kemudian pulang ke rumah naik sepeda.

Tiba di rumah Ny Siti Fatimah sempat menanyai anaknya yang wajahnya babak belur dan berdarah-darah. Bagus semula enggan menceritakan, namun kemudian memberitahu kalau dikeroyok teman-temannya.

Akibat pengeroyokan itu, korban menderita luka-luka memar dan tergores di mata kanan dan kiri. Memar di pipi kanan dan kiri, hidung berdarah, kepala bagian atas dan kepala bagian belakang dan telinga kiri bengkak.

Kasus itu kemudian dilaporkan ke Polres Kediri Kota. Korban kemudian divisum di RS Bhayangkara Kota Kediri.

Karena luka - lukanya parah, korban sempat menjalani foto ronsen di Instalasi Radiologi diperiksa dr Moddy Melanova,SpR dengan hasil tampak defect linier dengan bentuk yang iregular di basis orbita kanan dan trabekulasi tulang normal.

Saat ini malahan mata sebelah kiri masih kabur untuk melihat dan membaca. Selain itu leher belakang dan telinga masih terasa sakit.

"Anak saya masih mengeluh kesakitan, katanya badannya masih terasa sakit semua," ungkap Ny Siti.

Karena trauma sekolah di SMP Dhoho 2, untuk sementara Bagus dititipkan di SMP Darusalam Pesantren.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved