Jumat, 10 April 2026

Malang Raya

Abah Anton Murka Tahu Pohon Beringin Alun-Alun Dicat Warna-Warni

Sebenarnya, Anton menghargai niat DKP menghilangkan kesan anker pada beringin di alun-alun. Akan tetapi, cara yang dipilih dianggap kurang tepat.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: musahadah
surya/hayu yudha prabowo
PENGECATAN POHON - Pekerja Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang menghapus cat pada Pohon Beringin di Alun-alun Merdeka Kota Malang, Jumat (20/11/2015). Pengecatan pohon yang dilakukan DKP pada 19 November 2015 untuk menghilangkan kesan angker ini banyak diprotes netizen hingga akhirnya dikembalikan seperti semula. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Polemik pengecatan pohon beringin di Alun-Alun Merdeka Malang membuat Wali Kota M Anton murka.

Pria yang akrab disapa Abah Anton ini langsung memarahi kepala dinas kebersihan dan pertamanan (DKP). Apalagi, sebelum mengecat , DKP tak berkonsultasi dahulu dengan Anton.

“Saya sedang berada di Jakarta. Lihat di facebook, sudah ramai soal beringin dicat itu. Masyarakat mengira saya yang menginstruksikan. Saya langsung perintahkan untuk kembalikan beringin seperti semula,” kata Anton, saat dihubungi Surya dari Malang, Sabtu (21/11/2015).

Sebenarnya, Anton menghargai niat DKP menghilangkan kesan anker pada beringin di alun-alun. Akan tetapi, cara yang dipilih dianggap kurang tepat.

DKP, katanya, kurang memperhatikan aspirasi masyarakat. Sebelum mengecat, seharusnya DKP berkonsultasi juga ke beberapa pihak terkait, termasuk komunitas peduli lingkungan. Tujuannya agar pengecatan tak menuai polemik dikemudian hari.

“Saat saya tanya, DKP bilang hanya dicat dengan warna hijau saja. Tapi kenyataannya ada warna lain-lain juga jadi kelihatan seperti pelangi,” ungkap Anton.

“Kalau saja sebelumnya mereka mau berkonsultasi, saya tentu akan berikan beberapa pertimbangan,” lanjutnya.

Soal pengelupasan cat yang membutuhkan waktu yang lama, Anton mengaku tak mau tahu. Pengelupasan itu sudah menjadi risiko DKP.

Mereka harus bertanggung jawab dalam proses pengelupasan cat.

Agar polemik tak terulang, pengelupasan juga harus dilakukan dengan benar. Jangan sampai pengelupasan cat merusak beringin.

“Kita sudah mendapat penghargaan taman terbaik nasional. Jangan sampai hal-hal seperti ini merusaknya,” pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved