Rabu, 27 Mei 2026

Jendela Dunia

Dituding Pakai Bahan Lemak Babi, Ini Jawaban Pabrik Pelembut Pakaian Downy

Ini bermula ketika seorang netizen mengingatkan bahwa produk Downy yang beredar di Amerika Serikat, memakai bahan babi. Sejumlah media Islam juga..

Tayang:
Editor: Aji Bramastra
nameeroslan.blogspot.com
Produk Downy. 

SURYAMALANG.COM, MALAYSIA - Produsen pembuat pelembut pakaian Downy di Malaysia membantah sejumlah rumor yang berkembang bahwa produk yang mereka jual di pasaran, memakai bahan babi.

Belakangan, di Malaysia, memang tengah ramai rumor yang menyebut bahwa produk Downy mengandung babi.

Ini bermula ketika seorang netizen mengingatkan bahwa produk Downy yang beredar di Amerika Serikat, memakai bahan babi.

Sejumlah media Islam, seperti sunniforum, atau halaltimes, bahkan sudah lama memuat artikel dengan isu ini.

Meski demikian, melalui pernyataan mereka, tersirat bahwa produsen Downy di Malaysia tak membantah bahwa produk Downy yang dijual di Amerika Serikat, memang mengandung babi.

“Formula produk kami yang dijual di Malaysia tidak sama dengan formula yang digunakan di Amerika Syarikat dan juga dihasilkan di kilang berbeza. Maklumat yang dikongsi di laman Facebook lain adalah khusus kepada produk yang dijual di Amerika Syarikat,” tulis pernyataan pihak Downy Malaysia, di laman Facebook mereka.

“Kami mereka produk dengan mengambil kira keperluan pelanggan di setiap pasaran produk dijual. Kami mempunyai beberapa variasi produk untuk memenuhi keperluan yang berbeza di setiap pasaran. Tidak kira di mana produk kami dihasilkan, kami menjamin kualiti yang tinggi bagi semua produk Downy,” tulis mereka.

Mengutip dari media Malaysia, kedahnews dan sinarharian, pihak Kemajuan Islam Malaysia (semacam majelis ulama) pun sampai memberikan klarifikasi terkait hal ini.

Meski demikian, mereka bersikap netral, dengan alasan Downy memang belum pernah mengajukan permintaan sertifikasi halal.

"Produk pelembut pakaian di bawah persyarikatan P&G ini tidak pernah mengajukan Pensijilan Halal Malaysia. Dengan demikian persoalan terkait halalan thoyiban ini tidak dapat dipastikan," tulis mereka. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved