Malang Raya

Cegah Banjir, Pemkot Malang Bangun Box Culvert Senilai Rp 64 Miliar

Warga yang tinggal di sekitar rawan banjir di Kota Malang, Jawa Timur harus bersabar dalam menghadapi masalah banjir.

Cegah Banjir, Pemkot Malang Bangun Box Culvert Senilai Rp 64 Miliar
SURYAMALANG.COM/Samsul Hadi
Wali Kota Malang, M Anton (berdiri di atas saluran air) mengecek kondisi saluran air yang menyebabkan banjir bandang di Kelurahan Bakalan Krajan, Sukun, Kota Malang, Senin (30/3/2015). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN -  Warga yang tinggal di sekitar rawan banjir di Kota Malang, Jawa Timur harus bersabar dalam menghadapi masalah banjir.

Pemerintah Kota Malang baru akan membenahi persoalan itu pada 2016. Rencananya, Pemkot akan memasang box culvert dari Jalan Soekarno Hatta hingga Sungai Brantas. Panjang totalnya sekitar satu kilometer.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Malang Jarot Edy Sulistyono menjelaskan, box culvet sepanjang jalan itu akan memisah bermuaranya air hujan. Jika selama ini air hujan hanya mengalir ke pemukiman warga yang berada di daerah dataran rendah, nantinya sebagaia air hujan akan dibawa ke Sungai Brantas. Dengan begitu diharapkan air yang masuk ke pemukiman tak sampai membuat banjir.

Dana untuk proyek itu sudah disiapkan. Totalnya Rp 64 miliar. Pembangunan akan dimulai dari sisi belakang diler Toyota di Jalan Soekarno Hatta ke arah sungai.

“Dana berasal dari bantuan keuangan Provinsi Jawa Timur,” kata Jarot.

Namun, ia belum bisa memastikan terkait sistem pembanugnannya kelak. Saat ini, prosesnya kajian masih belangsung untuk melihat keefektifitasannya.

Wali Kota Malang M Anton menghimbau warga sekitar untuk bersabar dalam menghadapi musim hujan tahun 2015 ini.

“Daerah sekitar sana memang dataran rendah. Tapi kami tahun depan sudah siapkan solusi,” kata Anton, kepada para warga saat sambaing ke Kelurahan Blimbing, Kecamatan Blimbing, Minggu (22/11/2015).

Dengan hadirnya box culvert, debit air yang masuk ke warga dipastikan berkurang. Anton menerangkan, dari dataran atas, air akan memecah sebagian kota dan sebagaian lagi langsung bermuara ke Brantas. Ia yakin jika proyek itu terealisasi, banjir diminimalisir di beberapa wilayah, termasuk di kelurahan Blimbing.

Jika proses kajian tuntas dan mekanisme telah ditemukan, lanjutnya, pembangunan akan segara direalisasikan.

“Semoga itu akan menjadi salah satu solusi. Kami juga akan menyiapkan solusi lain untuk mengatasi banjir. Memang, khusus untuk persoalan ini, dibutuhkan waktu lama dan proses bertahap.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved