Jember
Rektor Universitas Negeri Jember Ajak TKI dan Keluarganya Joget Oplosan, Ada Apa?
Mereka berjoget saat paduan suara Unej menyanyikan lagu oplosan dalam pembukaan Jambore Nasional Buruh Migran 2015 di Gedung Soetardjo, Unej.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: musahadah
SURYAMALANG.COM, JEMBER - Rektor Universitas Jember M Hasan memimpin ribuan buruh dan keluarganya berjoget oplosan, Senin (23/11/2015).
Mereka berjoget saat paduan suara Unej menyanyikan lagu oplosan dalam pembukaan Jambore Nasional Buruh Migran 2015 di Gedung Soetardjo, Unej.
Jambore dipusatkan di Unej hingga Rabu, (25/11/2015). Hasan berjoget bersama Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah dan ribuan buruh migran, eks buruh migran dan keluarganya yang memenuhi gedung di Unej itu.
Anis Hidayah mengatakan sampai saat ini tercatat ada 6,5 juta buruh migran Indonesia. Dari jumlah tersebut, 1,5 juta orang menghadapi masalah, seperti persoalan hukum dan HAM.
Jambore itu menghadirkan sejumlah diskusi tematik terkait perlindungan buruh migran dari berbagai sudut pandang seperti kesehatan, sosiologi, ekonomi, tata kelola perlindungan buruh, advokasi, media, juga hukum.
"Tujuan dari jambore ini adanya peta jalan untuk perlindungan buruh migran di Indonesia, negara hadir dalam perlindungan buruh migran, karena perlindungan selama ini masih minim," ujar Anis.
Nantinya juga ada deklarasi bersama yakni Deklarasi Tegalboto untuk Perlindungan Buruh Migran. Buruh migran yang hadir dalam jambore nasional ini berasal antara lain dari Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggaran Barat, Wonosobo, Kebumen, Cilacap, Blitar, Indramayu, dan Banyuwangi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/rektor-unej_20151123_133402.jpg)