Malang Raya

Kota Malang Segera Punya Pasar Wisata Senilai Rp 10 Miliar, Ini Lokasinya

Pembangunan Pasar Bareng akan menjadi prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) Malang pada tahun 2016. Pasar itu akan dibangun tiga lantai.

Kota Malang Segera Punya Pasar Wisata Senilai Rp 10 Miliar, Ini Lokasinya
Google
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN -  Pembangunan Pasar Bareng akan menjadi prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) Malang pada tahun 2016. Pasar itu akan dibangun tiga lantai dan digunakan sebagai pasar wisata.

Di sana nanti akan menjadi pusat produk-produk khas Kota Malang. Itu sesai dengan keinginan Wali Kota M Anton.

Kepala Dinas Pasar Kota Malang Wahyu Setianto mengatakan, detail engineering design (ded) pembangunan itu sudah beres tahun ini. Dalam rancangannya, pembangunan pasar tersebut akan menghabiskan dana sekitar Rp 8 - Rp 10 miliar.

Pembangunannya menggunakan dana dari pemerintah pusat. Dinas Pasar, kata Wahyu, sudah membicarakan itu dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang sebagai penerima dana.

“Kami sepakat memakainya untuk pembangunan Pasar Bareng sebagai prioritas,” terangnya, Rabu (25/11).

Selain Pasar Bareng, ada delapan pasar lain yang ded-nya sudah ditandatangani pada tahun 2015. Beberapa di antaranya yakni pasar Kedungkandang, Kebalen, Bareng, dan Tawangmangu. Pasar Bareng memang menjadi prioritas dibanding yang lain.

Buktinya, seperti yang tertera di ded, anggaran untuk pembangunan Pasar Bareng menjadi yang paling besar. Pasar-pasar lain yang disebut rata-rata anggarannya Rp 5 – Rp 6 miliar.

Sebagai contoh Pasar Kedungkandang yang taksiran dananya Rp 5 miliar. Tak seperti Pasar Bareng, pembangunan untuk pasar Kedungkandang tak ditingkat.

“Besar-kecilnya pembagunan pasar mempengaruhi besar-kecilnya penganggaran,” ujarnya.

Sekadar diketahui, seluruh anggaran pembangunan pasar berasal dari pemerintah pusat. Pemkot, ujar Wahyu, tak mengalokasikan dana untuk pembangunan pasar baru.

Maklum, dana yang akan didapat Dinas Pasar tahun depan Rp 10 miliar. Dana itu akan dipakai untuk revitalisasi dan perbaikan pasar-pasar yang sudah ada. Karena itu, ded dianggap penting untuk mempermudah proses permintaan dana ke pemerintah pusat. Dengan ded yang lengkap, dana yang terkucur juga akan lebih cepat.

“Ded akan tetap dipakai. Kalau kita tahu alokasinya berapa kan enak. Nanti kalau APBD Dinas Pasar bisa untuk membanggun, tinggal mengalokasikan saja,” ujarnya.

Sementara itu, ded pembangunan pasar baru di Kota Malang 2016 belum bisa diperkirakan.

“Kita harus koordinasi dulu,” lanjutnya.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved