Jendela Dunia
VIDEO : Inilah Beitar Jerusalem, Klub Sepak Bola dengan Suporter Pembenci Islam
"Sadayef, pergi sana ke Al-Aqsa! Sial, kami punya pemain Arab di tim kami!,"
SURYAMALANG.COM - Perbedaan politik, suku, ras, dan agama, adalah hal yang tak pernah ada dalam gelanggang olahraga.
Benarkah demikian?
Media Inggris, The Guardian,membuktikan hal itu tak sepenuhnya benar, dalam video dokumentasi yang baru mereka rilis pada 24 November 2015.
Video yang juga diunggah oleh The Guardian di YouTube ini mendokumentasikan adanya klub sepakbola bernama Beitar Jerusalem.
Klub ini berada di Israel, dan merupakan salah satu klub besar di sana. Saat ini, klub ini berada di peringkat 4 klasemen sementara Israel Premier League, atau Liga Utama Israel.
Bahkan, klub ini dikenal sebagai klub dengan basis suporter terbesar di Israel.
Yang mengejutkan, Beitar dikenal punya basis suporter pembenci Islam.
Kebanyakan, suporter Beitar merupakan anggota dari gerakan sayap kanan Israel.
Di stadion, mereka tak ragu menyanyikan lagu yang menyatakan bahwa mereka memang rasis : "Inilah kami...kelompok suporter paling rasis di negara ini,".
Suporter Beitar sendiri lebih tepat disebut sebagai pembenci Islam, ketimbang rasis.
Salah seorang pemain Beitar, Ofir Kriaf, mengakui, ada pemain mereka yang memeluk agama Katolik, dan terlihat berdoa di lapangan dengan melakukan tanda salib. Tapi fans tidak mempermasalahkan.
Hal sebaliknya ditunjukkan fans terhadap pemain muslim.
"Tapi fans tidak bereaksi, mereka diam saja. Sebaliknya mereka marah mendengar pemain muslim melakukan ibadah dengan gerakan sujud," kata Ofir Kriaf.
Kisah paling kontroversial dari klub ini terjadi di musim 2012/2013. Ketika itu, manajemen Beitar membuat keputusan kontroversial, untuk kali pertama merekrut pemain muslim dari Checnya, Kadiev dan Sadayef.
Yang terjadi selanjutnya bisa ditebak. Suporter memprotes keputusan ini.
Yang lebih menyedihkan, mereka meneror dua pemain baru mereka itu.
"Sadayef, pergi sana ke Al-Aqsa! Sial, kami punya pemain Arab di tim kami!," begitu teriak fans Beitar kepada pemain muslim mereka.
Klimaks terjadi saat di pertandingan resmi, ketika Sadayef mencetak gol.
Awalnya terlihat baik-baik saja,ketika terlihat sejumlah suporter merayakan gol itu. Tapi kemudian beberapa suporter mulai marah, dan meninggalkan stadion!
Sikap rasis dari suporter Beitar sendiri tak bisa dipisahkan dari sejarah Beitar. Klub ini didirikan tahun 1936, sebagai bagian dari permulaan gerakan zionis.
Itulah mengapa sikap rasis dan membenci Islam terbawa hingga ke suporter akar rumput.
Ditambah lagi, klub ini mendapat dukungan penuh dari para politisi Israel, termasuk Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. (*)