Malang Raya

Waduh, Lelang Obat RSUD Kota Malang Gagal, Peluncuran Terancam Mundur Lagi

Wali Kota Malang M Anton menyayangkan kegagalan lelang itu. Padahal pihaknya berharap lelang berjalan lancar dan RSUD bisa segera diluncurkan.

Waduh, Lelang Obat RSUD Kota Malang Gagal, Peluncuran Terancam Mundur Lagi
surya/samsul hadi
Komisi D DRD Kota Malang saat meninjau kesiapan rencana dioperasikannya RSUD Kota Malang. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Target pengoperasian RSUD Kota Malang akhir tahun terkendala. Lelang ulang obat-obatan, yang digelar setelah izin operasional dari wali kota turun, gagal.

Pengumuman gagal lelang itu muncul dalam Surat Unit Layanan Pengadaan bertanggal 25 November 2015. Kegagalan lelang karena tidak ada peserta lelang yang memasukkan penawaran.

Wali Kota Malang M Anton menyayangkan kegagalan lelang itu. Padahal pihaknya berharap lelang berjalan lancar dan RSUD bisa segera diluncurkan.

“Aduh, mundur lagi ini bisanya,” katanya, Kamis (26/11/2015).

Persoalan gagal lelang itu, kata Anton, bahkan menjadi salah satu pembahasan utama dalam rapat kerja di balai kota, kemarin.

Dalam surat pemberitahuan gagal lelang itu, tercantum tujuh perusahaan yang ikut dalam lelang namun tak memberi penawaran.

“Penawaran dengan e-catalog ternyata tidak bisa menjamin. Padahal kita sudah usahakan agar sesuai prosedur,” lanjut Anton.

Ia memperkirakan, lelang yang digelar di akhir tahun membuat perusahaan tak begitu antusias. Biasanya, mereka terkendala stok yang sudah terbatas. Ia bilang, alat kesehatan memang menjadi kendala utama yang selama ini menghambat pengoperasian RSUD Kota Malang.

Sementara itu, proses registrasi rumah sakit sudah mulai di urus RSUD Kota Malang. Kemarin (26/11), Direktur RSUD Kota Malang Rohana ke Jakarta untuk mengurusnya ke Kementerian Kesehatan. Setelah registrasi berhasil, RSUD Kota Malang akan mendapatkan kode rumah sakit.

“Di Kemenkes, saya juga mengurus perizinan pelayanan BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.

Terkait lelang yang gagal, Rohana bilang tak mengikuti prosesnya.

“Tapi saya dengar memang gagal. Lelang obat sudah ada PPK-nya sendiri. Saya mengurusi yang lain. Masih banyak yang harus diurus,” tutupnya.

Ketua Komisi D DPRD Kota Malang Imam Fauzi menyayangkan gagalnya lelang obat RSUD Kota Malang. Tapi, sisi positifnya, hal itu bisa menjadi pembelajaran Pemkot. Sambil menunggu permasalahan obat selesai, pihak RSUD disarankan membenahi sarana lain. Tujuannya agar ketika lelang obat beres, tak ada hal lain yang menghalangi peluncuran.

“Anggaran yang tak terserap tahun ini akan masuk dalam Silpa (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran) 2015. Sangat disayangkan memang,” tambah dia.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved