Kamis, 14 Mei 2026

Kediri

Kreatif, Eks TKI Ini Olah Limbah Menjadi Mozaik Kayu Bernilai Tinggi

Kayu-kayu rencek limbah itu di tangan Agus diubah menjadi karya seni yang bernilai tinggi. Kayu-kayu limbah itu dimanfaatkan untuk pelapis mozaik

Tayang:
Penulis: Didik Mashudi | Editor: musahadah
surya/didik mashudi
Seni - Agus Irwanto dengan seni mozaik kayu hasil karyanya. 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Berbekal pengalaman bekerja menjadi TKI di Korea Selatan, Agus Irwanto memanfaatkan ketrampilannya membuat mozaik kayu yang diminati masyarakat.

Untuk membuat mozaik ini dia memanfaatkan berbagai jenis kayu termasuk limbah yang biasanya hanya dimanfaatkan untuk kayu bakar.

Kayu-kayu rencek limbah itu di tangan Agus diubah menjadi karya seni yang bernilai tinggi. Kayu-kayu limbah itu dimanfaatkan untuk pelapis mozaik dinding rumah, plafon rumah, pelapis pot kayu serta pigura kayu.

Ada yang berbentuk bulat kecil hingga besar, ada potongan persegi panjang, segi empat dan segitiga. "Untuk karya mozaik ini kayu ranting dan dahan juga kami manfaatkan," jelasnya.

Bahan dasar yang dipakai berasal dari semua jenis kayu keras. Kayu tersebut harus dipotong tipis-tipis, kemudian dihaluskan serta dicat vernis. Pemasangan alas mozaik memanfaatkan kain tebal sebagai media untuk penempelan.

Dari lembaran kain itu kemudian ditempelkan di dinding atau plafon rumah. "Keunggulan dari mozaik kayu ini dapat menyerap panas," ungkapnya.

Agus mengaku inspirasi membuat mozaik kayu setelah 5 tahun bekerja di Korea Selatan. Ternyata karya mozaik banyak digemari masyarakat Korea untuk hiasan dinding rumah. "Rata-rata rumah orang Korea di pedesaan dari bahan kayu," jelasnya.

Dari hasil karya seni asal Korea itulah, Agus mencoba menawarkan kapada masyarakat di tanah air. "Alhammdullilah sudah banyak yang berminat meminta dibuatkan," tambahnya.

Selain membuat mozaik dinding, Agus juga membuat kerajinan mozaik pot kayu, pigura kayu dan dan plafon kayu. Untuk semua jenis kayu, tarif yang ditawarkan seragam Rp 300.000 per meter persegi.

"Untuk pemasangannya cepat, tinggal menempel dan tidak sampai merusak dinding rumah," jelasnya.

Melihat animo masyarakat yang telah berkonsultasi kepadanya, Agus optimistis seni mozaik kayu bakal menjadi trend hiasan dinding rumah.

Untuk membantu pekerjaannya, Agus memiliki sejumlah karyawan yang bekerja memotong dan menghaluskan kayu. Namun untuk penataannya tetap ditangani sendiri. "Untuk konfigurasi penataannya saya tangani sendiri," ujarnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved