Surabaya
Pengemudi Ferrari yang Balapan dengan Lamborghini Maut Ternyata Warga Kertajaya
"Saya sudah mendapatkan identitasnya dan akan kami kirim surat panggilan untuk dilakukan pemeriksaan," ujar Kasat Lantas Polrestabes Surabaya
Penulis: Anas Miftakhudin | Editor: musahadah
SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Satlantas Polrestabes Surabaya telah mengantongi identitas pengemudi Ferrari yang diduga terlibat balapan maut dengan Lamborghini di Jalan Manyar Kertoarjo, Minggu (29/11) kemarin.
Pemilik mobil mewah warna merah itu bernama Bambang warga Jalan Kertajaya. "Saya sudah mendapatkan identitasnya dan akan kami kirim surat panggilan untuk dilakukan pemeriksaan," ujar Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, AKBP Andre Manuputi saat ditemui dalam acara Automatic Traffic Counting System (ATCS) di Polda Jatim, Selasa (1/12).
Sebelumnya, polisi hanya menerima informasi dari komunitas mobil jika pengemudi Ferrari akan datang ke Kantor Satlantas Polrestabes Surabaya tapi hingga kemarin tak juga nongol.
Polisi saat itu hanya menerima informasi nama saja tapi tidak tahu alamat rumahnya.
AKBP Andre Manuputi, menjelaskan selain meminta keterangan Bambang dan saksi lain, penyidik menganalisa dua rekaman CCTV dari sebuah kantor swasta di sekitar lokasi kecelakaan yang sempat menyorot laju dua mobil supercepat itu.
Namun Kasatlantas tidak menjelaskan laju Lamborghini dan Ferrari yang terekam CCTV itu. "Yang jelas kami masih memelajari rekaman dua CCTV yang ada untuk mendapat kepastian," tuturnya.
Berdasarkan keterangan pengemudi Lamborghini yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, Wiyang Lautner, 24, saat peristiwa berlangsung kecepatannya 70-80 km/jam dan tidak balapan.
Namun kesaksian lain dilontarkan Mujianto, 45, penjual STMJ yang selamat dan warungnya dihantam Lamborghini. Bahwa sebelum ia dan warungnya ditabrak, mobil itu beradu cepat dengan mobil mewah lain berwarna merah.
Diberitakan sebelumnya, Kecelakaan di Jl Manyar Kertoarjo, Surabaya mengakibatkan tiga korban tertabrak mobil Lamborghini, Minggu (29/11/2015) pagi.
Mobilnya menabrak rombong STMJ. Ada tiga orang yang ada di dekat rombong ini, yaitu penjual Mujianto (44), dan dua pembeli, yaitu Kuswantoro (41), dan Srikandi (41).
Kaki kanan Mujianto retak akibat kecelakaan ini. Sedangkan Srikanti mengalami patah tulang kaki kanannya. Keduanya langsung dibawa ke RS Haji untuk menjalani perawatan.
Korban Kuswantoro meninggal dunia. Jenazahnya dibawa ke RS Dr Soetomo untuk diotopsi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/lamborghini_20151130_131437.jpg)