Sabtu, 18 April 2026

Blitar

Ditemukan, Bocah 9 Tahun Berwajah Ganteng, Berlogat Jateng, Trauma dengan Orang Dewasa

"Kalau sama anak-anak seusianya, ia mau ngobrol. Namun, kalau diajak ngobrol orang tua, ia hanya diam saja," paparnya.

Penulis: Imam Taufiq | Editor: musahadah
surya/imam taufiq
Petugas Polsek Kepanjen Kidul menanyai bocah yang ditemukan dengan mengendarai sepeda pancal dan tak diketahui asal-usulnya, Rabu (2/12). 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Seorang bocah laki-laki diperkirakan berusia 9 tahun, ditemukan di Lingkungan Dongki, Kelurahan/Kecamatan Kepanjen Kidul, Kota Blitar, Rabu (2/12/2015).

Meski sudah tiga hari berada di kampung itu, namun identitasnya belum diketahui. Setiap kali ditanya nama dan asal-usulnya, ia langsung terdiam.

Warga kasihan melihat kondisinya. Lebih-lebih, ia terlihat tak nakal, dan sering ikut main bersama bocah seusianya.

Yang membuat warga trenyuh, ia tak mudah menerima pemberian dari warga. Termasuk, kalau diberi makan, ia lebih sering menolak. Karena itu, warga kadang memberi uang, agar dibuat beli makanan sendiri.

Seperti Rabu (2/11) pagi, Ny Anjarwati (34), warga Lingkungan Dongki, memberinya uang Rp 20.000. Selanjutnya, ia belikan roti dan minuman. "Saya kasihan melihatnya. Ia terlihat tak nakal dan diam saja," tuturnya.

Dia diketahui pertama kali pada Minggu (29/11) petang atau habis Maghrib. Saat itu, ia diketahui duduk-duduk di musala, di Lingkungan Dongki, sambil melihat anak-anak seusianya belajar mengaji.

Saat datang ke musala, ia mengendarai sepeda pancal merk Polygon, dengan mengenakan kaos lengan pendek warna hitam, celana pendek (kolor), dan memakai sandal japit.

"Tubuhnya bersih dan wajahnya ganteng. Karena saya kasihan, saya kasih kaos warna putih dan dipakai sekarang itu. Bahkan, ia sempat mandi dengan anak saya yang seusianya," papar Anjarwati.

Hingga kini, kalau malam hari, ia kadang tidur di teras musala. Sebab, ditawari warga tidur di rumahnya, tak mau. Pintarnya juga, saat ditinggal tidur, sepeda pancalnya diikat dengan tampar dan diikatkan di tiang musala.

Melihat kondisinya itu, warga kasihan. Namun sayangnya, ia tak mau bercerita soal asal-usulnya.

"Kalau logatnya, bukan seperti orang Blitar. Namun, seperti logat orang Jawa Tengah," ujarnya.

Namun, kalau siang hari, ia terlihat bermain di sekitar rel KA, dan kadang di sekitar warung kopi di tepi jalan. Begitu ada anak-anak seusianya bermain, ia mendekat dan ikut bermain.

"Kalau sama anak-anak seusianya, ia mau ngobrol. Namun, kalau diajak ngobrol orang tua, ia hanya diam saja," paparnya.

Kabar ditemukannya bocah itu terdengar ke telinga polisi. Rabu (2/12) siang, dua anggota Polsek Kepanjen Kidul, menemuinya. Namun, tak berhasil mengorek nama dan asal-usulnya karena terus diam.

Sepertinya, ia trauma kalau bertemu dengan orang yang lebih tua dengannya.

"Kami masih berkoordinasi dengan polsek jajaran, untuk mencari informasi, apakah ada anak hilang. Sebab, ia tak mau diajak ngomong, lebih-lebih ditanya identitasnya," papar Kompol Agus Prasetyo, Waka Polres Blitar Kota.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved