Surabaya
Dua Tukang Bangunan Ini Tewas Saat Membersihkan Makam Tua
Ketika membersihkan sumur, Sunari turun lebih dulu menggunakan tangga terbuat dari besi dan tali tampar dibantu Kacung.Sementara...
Penulis: Anas Miftakhudin | Editor: musahadah
SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Dua tukang bangunan yang tengah membersihkan sumur di Kompleks Makam Islam Dukuh Sambisari, Lakarsantri ditemukan tewas , Rabu (2/12/2015) sekitar pukul 11.00 WIB.
Mereka adalah Sunari, 55, dan Kacung, 48, keduanya asal Deket Lamongan kos di Jalan Tubanan.
Diduga kematian keduanya akibat kekurangan oksigen di dalam sumur. Keduanya kemudian dibawa ke kamar mayat RS Dr Soetomo untuk outopsi.
Junaidi, warga Sambisari mengatakan kedua korban disuruh pihak Panti Peduli Kasih di Sambisari untuk membersihkan kotoran di dalam sumur berkedalam 6 meter.
Mereka berangkat berboncengan motor ke lokasi sekitar pukul 09.30 WIB.
“Sumur di makam itu sering dibuangi kotoran seperti bunga dan ranting pohon. Akhirnya warga protes kemudian pihak panti menyuruh dua orang korban untuk membersihkannya,” kata Junaidi di lokasi kejadian.
Ketika membersihkan sumur, Sunari turun lebih dulu menggunakan tangga terbuat dari besi dan tali tampar dibantu Kacung.
Sementara enam orang lainnya membantu membersihkan bagian lain.
Sekitar 3 menit membersihkan sumur, kondisi Sunari tiba-tiba teriak minta tolong kemudian tak sadarkan diri.
Kacung yang ada di atas melihat temannya lemas langsung turun untuk menolongnya. Lantas Kacung menuruni tangga besi dengan harapan mengangkat tubuh Sunari.
Rupanya Kacung mengalami hal yang sama dan tubuhnya langsung lemas. "Saya terkejut melihat keduanya lemas di dalam sumur. Salah satu korban (Kacung) kelihatan masih hidup,” ujarnya.
Melihat kondisi yang demikian, Junaidi dibantu teman-temannya membantu untuk mengeluarkan Kacung.
Dari atas sumur, warga meminta agar tampar yang ada diikatkan di tubuhnya. Lantas warga menarik tubuh Kacung hingga ke atas. Dalam kondisi lemah, Kacung langsung dilarikan ke Rumah Sakit (RS) di daerah Manukan.
"Rupanya dalam perjalanan menuju RS nyawa Kacung tak terselamatkan," kata Junaidi.
Karena masih ada Sunari di dalam Sumur dalam kondisi tak bernyawa, Junaidi lantas melaporkan ke Polsek Lakarsantri. Begitu petugas datang, jenazah Sunari yang ada di dasar sumur dievakuasi menggunakan tali tampar.
Ketika evakuasi berlangsung, banyak warga berdatangan untuk menyaksikan. Warga sekitar merasa kasihan terhadap kedua korban yang meninggal dunia. "Kacung sama Sunari sering disuruh warga sini (Sambisari) membangun rumah atau mengerjakan pagar," kata Sugiyono.
Kapolsek Lakarsantri Kompol Slamet Sugiarto, menyatakan kematian korban akibat menghirup gas beracun di sumur sehingga korban langsung lemas.
"Kami mengimbau kepada masyarakat, kalau akan membersihkan sumur jangan langsung dimasuki. Bisa dicek dulu dengan lilin atau lampu oblik dimasukkan sumur. Kalau mati berarti mengandung gas beracun," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/ilustrasi-sumur_20151202_160527.jpg)