Malang Raya
Kapolsek Bululawang AKP Susanto Merupakan Sosok Lucu dan Suka Mendalang
"Pesan beliau 'selama kita masih hidup, berbuatlah untuk orang lain, peduli kepada sesama', itu adalah pesan beliau yang selalu saya ingat,"
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, KEDUNGKANDANG - Kematian AKP H Susanto, Wakapolsek Bululawang, Kabupaten Malang membuat banyak orang tidak percaya. Kabar kematian Susanto juga membuat sejumlah anggota Polres Malang Kota langsung berhamburan ke Kamar Mayat RS Saiful Anwar Malang, Kamis (3/12/2015).
Mereka kaget dan memastikan kabar itu. Ternyata kabar kematian rekan mereka benar adanya. Susanto meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di wilayah kerjanya, Bululawang. Seragam dinas masih menempel di tubuh Susanto.
Anggota Polres Malang Kota juga merasa kehilangan karena Susanto bukanlah orang lain bagi polisi di Polres Malang Kota. Meskipun ketika meninggal ia menjabat Wakapolsek Bululawang, lelaki kelahiran 51 tahun lalu itu adalah senior di Polres Malang Kota.
Perwira itu cukup lama menjabat sebagai Kasat Binmas Polres Malang Kota sebelum menjadi Wakapolsek Bululawang. Ia baru menjabat enam bulan sebagai Wakapolsek.
"Dua tahun lebih lah sebagai Kasat Binmas. Saya sebagai anggota beliau saat menjadi Kasat Binmas," ujar Indra, anggota Satuan Binmas Polres Malang Kota.
Menurut Indra, Santo merupakan sosok yang periang dan dekat dengan banyak orang. Ia mengenal semua anak buahnya dan mengenal karakter masing-masing.
Sedangkan Hadi Slamet, Ketua Paguyuban Persaudaraan Malang Raya (PPMR) selalu mengingat nasehat Santo tentang bentuk kepedulian kepada sesama.
"Pesan beliau 'selama kita masih hidup, berbuatlah untuk orang lain, peduli kepada sesama', itu adalah pesan beliau yang selalu saya ingat dan sebisa mungkin kami laksanakan terutama di PPMR," ujar Hadi.
Hadi mengenal Santo cukup lama karena Santo menjadi pembina di PPMR, terutama ketika Santo menjadi Kasat Binmas Polres Malang Kota.
Kelucuan itulah yang juga diingat oleh Kapolres Malang Kota AKBP Singgamata.
"Beliau lucu, humoris. Dan pastinya taat ibadah dan dekat dengan semua elemen. Saya sering diskusi sama beliau terutama soal agama dan tentang Binmas di Kota Malang. Yang selalu saya suka adalah dia melakukan sosialisasi Binmas dengan cara ngedalang, itu saya suka," ujar Singgamata.
Karena itulah, ia kerap didapuk menjadi dalang terutama ketika sosialisasi tentang Binmas. Wayang kulit menjadi sarana baginya mendalang.
Dan bagi para pendemo di Kota Malang, sosok Santo dikenal sebagai negosioator.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/susanto-kapolsek_20151203_192620.jpg)