Breaking News:

Surabaya

Kejari Surabaya Tunjuk Dua Jaksa Berprestasi Teliti Kasus Lamborghini Maut

"Dalam SPDP ini, penyidik juga melampirkan Surat Perintah Penahanan, yang artinya akan ada penahanan".

Penulis: Zainuddin | Editor: musahadah
YouTube
Momen setelah Lamborghini menabrak pohon. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Penyidik kepolisian mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainnya Penyidikan (SPDP) tersangka kasus kecelakaan maut Lamborghini, Wiyang Lautner, 24, ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya.

Hal ini dibenarkan Kajari Surabaya, Didik Farkhan Alisyahdi, Jum'at (4/12).

Dalam SPDP yang dikirim minggu ini, remaja asal Perumahan Dharmahusada Regency dijerat Pasal 310 ayat 1 alternatif ayat 2 dan 4 jo pasal 106 UU RI No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

"Ancamannya 6 tahun penjara dan denda Rp 12 juta," sambung Didik.

Dari SPDP yang dikirim penyidik Satlantas Polrestabes Surabaya, Indra Timoty dan Feri Rahman ditunjuk sebagai jaksa yang meneliti perkara Laka Lantas yang menewaskan satu orang dan dua korban terluka.

"Kami menunjuk dua jaksa itu karena keduanya adalah jaksa yang berprestasi dan masuk dalam lima besar," kata Didik Farkhan.

Apakah penyidik kepolisian melakukan penahanan terhadap pengemudi mobil Lamborghini, Didik Farkhan membenarkan.
"Dalam SPDP ini, penyidik juga melampirkan Surat Perintah Penahanan, yang artinya akan ada penahanan," ujarnya sambil menunjukan surat perintah penahanan.

Selain itu, ada beberapa barang bukti yang juga akan disajikan dalam perkara ini, yakni mobil Lamborghini dan SIM milik Wiyang serta motor milik korban. "Bukti-bukti itu juga terlampir dalam SPDP ini," sambungnya.

Peristiwa maut itu terjadi Minggu (29/11) lalu. Mobil mewah itu menabrak warung STMJ milik Mujianto lalu menabrak Kuswanto (meninggal dunia) dan istrinya Sri Kanti, luka berat.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved