Malang Raya
KSAL Beri Beasiswa Rp 50 ke Mahasiswa Universitas Brawijaya
"Beasiswa ini untuk memberikan motivasi kepada mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK),"
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - KSAL (Kepala Staf Angkatan Laut) Laksamana TNI Ade Supandi
S.E. MAP memberikan beasiswa senilai Rp 50 juta di Universitas Brawijaya (UB), Selasa (8/12/2015).
Beasiswa itu diserahkan secara simbolis ke Rektor UB, Prof Dr Ir M Bisri di hall UB TV usai memberikan kuliah tamu.
"Beasiswa ini untuk memberikan motivasi kepada mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK)," jelas KSAL kepada wartawan usai acara.
Beasiswa itu misalkan bisa dipakai untuk membeli buku. Dengan Rp 50 juta, beasiswa akan diberikan ke 10 mahasiswa.
"Tidak di setiap PT kita memberikan beasiswa," jelas KSAL yang sedang menyelesaikan S3-nya di IPB ini.
Menurut KSAL, ia beberapa kali mengisi kuliah tamu di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia, seperti ke ITS, dan IPB.
Katanya, dengan memberikan kuliah tamu, ia juga bisa bersosialisasi mengenai kemaritiman.
"Mahasiswa biar tahu kebijakan pemerintah, khususnya AL. Menurut saya, ini bisa buat pengayaan materi buat mahasiswa," kata dia.
Karena itu, tugas-tugas di AL masih ada relasinya dengan mahasiswa jurusan perikanan dan kelautan, hubungan internasional.
Terkait beasiswa dari KSAL itu, Dekan FPIK, Prof Dr Ir Diana Arifati MS menyatakan akan berkoordinasi dulu dengan pembantu dekan III-nya.
Rektor UB mengapresiasi pemberian beasiswa itu.
"Itu buat memberi motivasi ke mahasiswa," ungkap dia.
Katanya, ia sangat ingin mengangkat Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
"Dulu kan agak bawah. Saya ingin statusnya FPIK naik seperti FIA, Fakultas Ekonomi," jelas Bisri.
Datangnya dosen tamu dari tokoh antara lain juga untuk menaikkan status itu.
Menurutnya, jumlah mahasiswa FPIK dari tahun ke tahun naik signifikan. Ketika 2009 hanya 53 orang dan kemudian jadi 1.100 orang. Total jumlah mahasiswanya kini ada 5000-an.
"Layak menjadi universitas sendiri," komentar Bisri.
Ada sembilan prodi mulai jenjang S1 sampai S3. Awal berdirinya hanya fakultas perikanan. Dua tahun lalu ditambah ilmu kelautan untuk S1.
Saat mengisi kuliah tamu bertema "Poros dan Budaya Maritim", KSAL menyebutkan berdasarkan data BPS 2010, penduduk Indonesia yang berkecimpung di laut hanya satu persen saja dari jumlah penduduk Indonesia atau sekitar 2,3 juta.
"Jika ingin membangun negara maritim, dengan jumlah itu masih ada mimpinya. Karena itu perlu merubah mindset sebagai negara agro ke negara maritim. Masih perlu waktu," kata dia.
Selain itu, tidak bisa mengubah cepat perilaku kita secara drastis.
"Apalagi bekerja di laut adalah tidak memberikan kepastian," ungkap dia.
Sebab nelayan menangkap ikan, kadang dapat banyak. Kadang tidak dapat sama sekali karena kendala cuaca. Sehingga mereka perlu pekerjaan pengganti. Tapi di Thailand, nelayan adalah pekerjaan favorit di sana.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/ksal_20151208_183849.jpg)