Kediri

Permintaan Premium dan Pertamax Alami Penurunan di Kediri, Mengapa?

"Stok Pertalite sudah ada yang terlambat dikirim. Karena oktannya lebih tinggi, konsumsi BBM menjadi lebih irit dan tak meninggalkan kerak di mesin,"

SURYAMALANG.COM/Didik Mashudik
Petugas Disperindag Kota Kediri mengecek pompa Pertalite di SPBU Manisrenggo 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Masyarakat Kediri, Jawa Timur mulai beralih memakai BBM dari Premium ke Pertalite. Sehingga permintaan konsumen untuk BBM pertalite terus mengalami peningkatan.

"Animo masyarakat yang menggunakan Pertalite sangat bagus. Sudah banyak yang mengisi tangki kendaraannya dengan Pertalite," ungkap Dion, pengelola SPBU Manirenggo kepada Surya, Rabu (9/12/2015).

Malahan di SPBU yang dikelola Dion rata-rata dalam sehari Pertalite yang terjual mencapai 2 ton.

"Karena oktannya 90, jadi masyarakat banyak yang beralih ke Pertalite," tambahnya.

Apalagi harga Pertalite selisihnya tidak begitu banyak dengan Premium, dan lebih murah dibanding dengan Pertamax.

"Karena banyak yang beralih ke Pertalite, permintaan premium dan pertamax mengalami penurunan," jelasnya.

Sementara Ketua Hiswanamigas Kediri David Tompo Wahyudi saat dikonfirmasi Surya juga membenarkan adanya tren peningkatan konsumsi Pertalite di Kediri.

Bagi pengelola SPBU sendiri keuntungan yang diperoleh dari Pertalite juga lebih besar. Karena margin yang diterima Pertalite mencapai Rp 325 per liter, sementara Premium hanya Rp 280 per liter.

Karena margin yang lebih besar itu, sekarang sudah banyak SPBU yang menyediakan Pertalite. Sampai bulan Desember ini sudah ada sekitar 8 SPBU yang menyediakan Pertalite. Jumlah itu dipastikan bakal meningkat tahun depan.

"Stok Pertalite sudah ada yang terlambat dikirim. Karena oktannya lebih tinggi, konsumsi BBM menjadi lebih irit serta tidak meninggalkan kerak di mesin," jelasnya.

David juga mengakui dampak pemakaian Pertalite membuat konsumsi Premium dan Pertamax mengalami penurunan.

"Yang paling banyak turunnya Pertamax mencapai sekitar 2 persen," jelasnya.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: fatkhulalami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved