Breaking News:

Malang Raya

Rektor Uniga: Jadi PTS itu Harus Cantik, Mengapa?

Sejak 7 Desember 2015 lalu, Universitas Gajayana (Uniga) Malang dipimpin oleh komandan baru, Prof Dr Dyah Sawitri SE MM.

SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Rektor Universitas Gajayana Malang, Prof Dr Dyah Sawitri SE MM 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Sejak 7 Desember 2015 lalu, Universitas Gajayana (Uniga) Malang dipimpin oleh komandan baru, Prof Dr Dyah Sawitri SE MM.

Sebelumnya ia pernah menjadi Direktur Pascasarjana Uniga. Di tengah persaingan perguruan tinggi di Malang, ia ingin kampus yang dipimpinnya tetap eksis.

Untuk itu, ia akan menjadikan Uniga sebagai kampus terdepan, berkarakter dan ditoleh. Mengapa ditoleh?

"Itu ada strategi marketing. Sebelum melakukan pembelian, biasanya ditoleh dulu. Untuk itu perlu diberikan informasi yang benar," kata Diah kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (10/12/2015) di kantornya.

Beberapa rencana kerja sudah disiapkan Dyah. Seperti menambah prodi untuk S2 dan ilmu komunikasi S1 yang akan menambah prodi di Fakultas Ilmu Sosial dan Budaya. Selain itu juga mewujudkan program kerja jangka pendek untuk menciptakan budaya berkualitas.

"Tak hanya pada proses pembelajaran, tapi juga lainnya. Jadi PTS (Perguruan Tinggi Sewasta) itu harus dituntut cantik di semua lini. Baik dosennya, karyawan, metode pembelajarannya dll," ungkap Dyah.

Karena itu, harus punya produk unggulannya. Seperti menjadikan prodinya berakreditasi A. Bagi PTS, nilai akreditasi A adalah sesuatu dan sangat luar biasa. "Saya juga ingin ada S3 di Uniga," katanya.

Namun lebih penting lagi adalah bagaimana kualitas SDM Uniga bisa diterima di lapangan kerja.

"Apalagi di era MEA (Masyarakat Ekonomi Asean), lulusan Uniga diharapkan bisa bekerja dimanapun dengan siapapun," jelasnya.

Sedang kerjasama dengan perguruan tinggi luar negeri juga dilakukan seperti dengan Australia.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved